Kab. Padang Pariaman

Target Air Bersih Mengalir Sebelum Lebaran, Padang Pariaman Bangkit dari Krisis SPAM

164
×

Target Air Bersih Mengalir Sebelum Lebaran, Padang Pariaman Bangkit dari Krisis SPAM

Sebarkan artikel ini
Air
Target Air Bersih Mengalir Sebelum Lebaran, Padang Pariaman Bangkit dari Krisis SPAM

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah pusat mulai menunjukkan keseriusannya memulihkan krisis air bersih di Kabupaten Padang Pariaman pascabencana hidrometeorologi akhir 2025.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menerima kunjungan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, di Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Dirjen Cipta Karya turun langsung meninjau progres normalisasi dan penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi urat nadi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memeriksa kesiapan lapangan dalam percepatan pemulihan layanan air bersih.

Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Kementerian PUPR telah mengucurkan anggaran tahap awal sebesar Rp204 miliar. Dana jumbo ini difokuskan untuk menormalisasi lima SPAM prioritas yang mengalami kerusakan berat akibat bencana, yakni SPAM Salisikan, Lubuk Lonsong Batang Anai, Lubuk Bonta, Batang Gasan, dan Sungai Limau.

“Ini bukan proyek tambal sulam. Ini tahap awal dari pengembangan total 12 SPAM di Padang Pariaman. Kita prioritaskan daerah terdampak paling parah agar masyarakat segera kembali mendapatkan hak dasarnya, air bersih,” tegas Bupati yang akrab disapa JKA.

Dari penjelasan Dirjen Cipta Karya, pemerintah menargetkan sebelum Lebaran atau paling lambat pertengahan Ramadan, aliran air bersih sudah kembali dinikmati masyarakat di kawasan prioritas. Target ini menjadi ujian nyata komitmen pemerintah di tengah sorotan publik terhadap lambannya pemulihan pascabencana di berbagai daerah.

Proyek normalisasi dan penguatan jaringan SPAM tersebut akan dikerjakan dalam dua tahap besar. Tahap pertama senilai Rp204 miliar dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero). Sementara tahap lanjutan direncanakan berlangsung pada akhir 2026, sehingga total nilai investasi mencapai sekitar Rp500 miliar.

Direktur PDAM Padang Pariaman, Aznil Mardin, yang turut mendampingi Bupati JKA, menyebut program ini sebagai momentum penting pembenahan sistem air bersih secara menyeluruh, bukan hanya pemulihan sementara.

“Padang Pariaman mendapatkan 12 paket pekerjaan Instalasi Pengolahan Air. Tahap awal memakan waktu sekitar enam sampai delapan bulan, dan tahap lanjutan ditargetkan rampung pada 2027. Ini investasi jangka panjang,” jelas Aznil.

Ia juga mengungkapkan perhatian khusus untuk kawasan Lubuk Alung. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi tersebut ditargetkan sudah kembali dialiri air bersih sebelum Lebaran, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

Dengan anggaran ratusan miliar dan target waktu yang ketat, publik kini menunggu pembuktian. Akankah proyek SPAM ini benar-benar menjadi solusi permanen, atau kembali menyisakan janji di atas kertas. Waktu akan menjadi jawabannya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID