JEDDAH, ONtime.ID—Timnas Indonesia akan memulai perjalanan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah pada Jumat (6/9) dini hari WIB. Kendati langsung bertemu tim unggulan, namun Tim Garuda bertekad untuk memaksimalkan laga perdana ini guna memuluskan mimpi berlaga di Piala Dunia 2026.
Pentingnya laga pertama ini terlihat dari persiapan timnas Indonesia. Skuad Garuda sudah berangkat ke Arab Saudi pada Minggu (1/9) untuk aklimatisasi. Para pemain lokal berangkat dari Jakarta, sementara para penggawa yang merumput di liga luar langsung bergabung di Jeddah.
Dari 26 pemain yang dipanggil, lebih dari separuh atau 14 orang, termasuk Ragnar Oratmangoen, menyempatkan beribadah umrah di Makkah, sebelum kembali ke Jeddah menjalani sesi latihan persiapan melawan tuan rumah.
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) mengatakan, kondisi hujan deras mengganggu fokus latihan para pemainnya dalam latihan di Jeddah pada Senin (2/9). “Pada hari kedua latihan ini (terjadi) hujan deras, memang sangat unik (cuaca) di Arab dan hujannya pun hujan salju jadi fokus pemain agak kurang baik,” ujar STY.
Ia mengatakan, selama dua hari latihan di Jeddah, kondisi pemain dalam keadaan bagus. Namun pada saat latihan hari kedua, para pemain harus berlatih dalam kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai salju.
Pelatih asal Korea Selatan itu terus memantau persiapan para pemain dalam latihan untuk memperkuat aspek-aspek yang diperlukan. “Performa pemain apakah meningkat atau tidak itu yang menjadi perhatian utama saat ini,” katanya.
Menyinggung terkait kondisi kiper Maarten Paes yang baru tiba untuk bergabung dalam latihan bersama Skuad Garuda, STY mengatakan kondisi Paes dalam keadaan normal. “Dia (Marteen Paes) capek karena lama di perjalanan (Amerika Serikat ke Arab Saudi), (saya) masih belum cek (kondisi terkini) karena dia tidak ikut dalam sesi pertama latihan,” ujarnya.
Maarten Vincent Paes sendiri dipastikan memperkuat tim saat berlaga melawan Arab Saudi yang diasuh Roberto Mancini. “Hari ini (kemarin, red) sudah selesai kegiatan MCM untuk pertandingan Arab Saudi kontra Indonesia. Pada saat MCM disampaikan dan disahkan bahwa Paes bisa dimainkan di laga tersebut,” ujar Manajer Timnas Indonesia, Sumardji seusai kegiatan Match Coordination Meeting (MCM) di Jeddah, Rabu (4/9).
Masih Ada Peluang
Arab Saudi kalah 1-2 dari Yordania pada laga terakhirnya, Juni 2024 lalu. The Falcons kalah justru ketika bermain di kandang sendiri. Artinya, Arab Saudi bukan tim tidak bisa dikalahkan bahkan saat bermain di kandang.
Sementara Indonesia menang 2-0 melawan Filipina pada laga terakhirnya. Skuad Garuda punya modal apik pada lawatan ke markas Arab Saudi. Indonesia menang pada laga tandang terakhirnya. Pasukan Shin Tae-yong menang 3-0 lawan Vietnam di Stadion My Dinh
Secra head-to-head, Arab Saudi punya rekor pertemuan bagus melawan Indonesia. Pada lima pertemuan terakhir, The Falcons menang empat kali dan satu laga berakhir imbang. Kedua tim terakhir bertemu pada 2014 lalu, Arab Saudi menang 1-0.
Meski di atas kertas Arab Saudi yang kini dibesut oleh Roberto Mancini lebih diunggulkan, Timnas Indonesia tidak akan menyerah begitu saja. Dengan semangat juang tinggi dan strategi matang, Rizky Ridho dkk siap memberikan perlawanan sengit di Jeddah.
Laga ini tidak hanya menjadi ujian bagi Indonesia, tetapi juga sebuah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa Garuda bisa terbang tinggi di panggung sepak bola dunia. Semua mata akan tertuju pada Jeddah, menantikan apakah Indonesia mampu menciptakan kejutan dan membawa pulang hasil yang membanggakan. (*)













