PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Manajemen RSUD Padang Pariaman akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi terkait insiden dugaan persekusi yang melibatkan salah seorang jurnalis beberapa waktu lalu.
Permohonan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Syafrinawati, MARS, dalam acara mediasi yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam keterangannya, dr. Syafrinawati menegaskan bahwa pihak rumah sakit menyesalkan terjadinya insiden yang mencederai hubungan baik antara tenaga medis dan insan pers.
“Kami atas nama manajemen RSUD Padang Pariaman menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan komunikasi dan pelayanan, serta membangun kerja sama yang lebih baik dengan rekan-rekan jurnalis,” ungkapnya.
Acara mediasi yang berlangsung di Aula Diskominfo Padang Pariaman tersebut dihadiri oleh Kadis Kominfo, Zahirman, dan Kabid IKP, Heri Sugiarto. Dari pihak RSUD, hadir pula dr. Engga, SPoK beserta tim PKRS.
Dari pihak jurnalis, Koordinator Aliansi Jurnalis Piaman (AJP), Ikhlas Darma Murya (IDM), menegaskan pentingnya sikap profesionalisme dan perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan.
“Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang. Pers adalah mitra strategis yang berperan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap ke depan RSUD Padang Pariaman dapat membangun pola komunikasi yang lebih sehat dan terbuka,” tegas IDM.
Senada dengan itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman, Ikhlas Bakrie, juga menekankan perlunya evaluasi internal di tubuh manajemen rumah sakit.
“Kami mengapresiasi sikap terbuka dan permohonan maaf yang disampaikan manajemen RSUD. Namun, kami berharap ada langkah konkret, agar sinergi antara media dan pihak rumah sakit dapat berjalan lebih harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Kominfo Padang Pariaman, Zahirman, menyampaikan bahwa Diskominfo siap menjadi jembatan komunikasi antara pihak RSUD dan insan pers.
“Peran media sangat vital dalam penyampaian informasi publik. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Diskominfo akan terus mendorong komunikasi yang transparan dan membangun, sehingga hubungan yang sempat renggang dapat kembali harmonis,” jelasnya.
Acara mediasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara pihak RSUD dan perwakilan jurnalis untuk membangun komunikasi yang lebih konstruktif, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)













