MENTAWAI, ONtime.ID — Program Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai terus bergerak nyata. Di tengah medan kepulauan yang tidak mudah dijangkau, personel Satgas bersama masyarakat tetap bekerja tanpa henti menuntaskan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Hilarius di Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan.
Memasuki Jumat (29/5/2026), progres pembangunan rumah tersebut telah mencapai tahap pengacian dinding, menandai bahwa pengerjaan fisik kini mulai memasuki fase penyelesaian akhir.
Sejak pagi, personel Satgas Karya Bakti TNI AD terlihat bahu membahu bersama warga setempat mengerjakan pengacian secara gotong royong. Semangat kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat menjadi pemandangan yang mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah kepulauan Mentawai.
[irp posts=”36547″ ]
Tahapan pengacian menjadi bagian penting dalam proses pembangunan rumah layak huni. Selain memperkuat struktur bangunan, pengerjaan tersebut juga mempercepat proses penyelesaian agar rumah segera dapat ditempati oleh keluarga penerima manfaat.
Program pembangunan RTLH ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang tinggal di daerah terpencil dan kepulauan.
Selama ini, masih banyak masyarakat di wilayah Mentawai yang hidup dalam kondisi rumah sederhana dan kurang layak huni akibat keterbatasan ekonomi serta akses pembangunan yang belum merata. Karena itu, kehadiran program Karya Bakti TNI AD dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Dansatgas Karya Bakti TNI AD menegaskan seluruh personel yang terlibat di lapangan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh target pembangunan dapat selesai tepat waktu.
[irp posts=”36544″ ]
“Seluruh personel tetap fokus menyelesaikan sasaran fisik agar rumah ini segera bisa ditempati dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program Karya Bakti bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga bagian dari penguatan hubungan sosial antara TNI dan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
Partisipasi aktif masyarakat Desa Sioban dalam membantu pengerjaan rumah tersebut menjadi bukti bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari warga. Mulai dari membantu pengangkutan material hingga pengerjaan bangunan dilakukan secara bersama-sama tanpa mengenal lelah.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, rumah milik Hilarius diharapkan segera rampung dan dapat menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman serta layak bagi keluarganya.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran TNI AD di tengah masyarakat bukan hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir membantu menyelesaikan persoalan sosial dan kemanusiaan di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian serius pembangunan. (Fais)
[irp posts=”36541″ ]













