MENTAWAI, ONtime.ID — Bambang Budi Hartanto bersama Bambang Sulistiono turun langsung meninjau sejumlah pembangunan jembatan dalam program Karya Bakti Skala Besar Bakti TNI untuk Rakyat di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Peninjauan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah terluar dan terpencil tidak lagi bisa ditunda.
Program yang dijalankan Satgas Karya Bakti TNI itu menyasar sejumlah titik strategis yang selama ini menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat. Infrastruktur jembatan yang dibangun dinilai sangat vital untuk membuka akses antarwilayah, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas ekonomi warga di pelosok Mentawai.
Salah satu proyek utama yang ditinjau adalah pembangunan jembatan beton penghubung Desa Bukit Pamewa dengan Betumonga berukuran 30 x 6 meter. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu mengakhiri keterisolasian masyarakat yang selama ini bergantung pada akses seadanya dan rawan terganggu saat cuaca buruk.
[irp posts=”36025″ ]
Selain itu, rombongan Satgas juga meninjau pembangunan jembatan di kawasan PDAM Desa Bukit Pamewa dengan ukuran 3 x 6 meter. Jembatan ini menjadi akses penting menuju Rusun Pamewa Indah yang selama ini membutuhkan sarana penghubung yang layak dan aman bagi masyarakat.
Peninjauan berlanjut ke Desa Bosua yang menjadi salah satu fokus pembangunan fisik dalam program karya bakti. Di wilayah tersebut, terdapat tiga jembatan yang tengah dikerjakan, yakni jembatan di Dusun Bosua berukuran 13 x 6 meter, jembatan di Dusun Sao berukuran 3 x 6 meter, serta jembatan di Dusun Katiek dengan ukuran 10 x 6 meter.
Tidak hanya itu, pembangunan jembatan di Dusun Ngaik, Desa Beriulou, juga turut menjadi perhatian dalam agenda peninjauan Satgas. Seluruh proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar dusun yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Dalam keterangannya, Letkol Inf Bambang Budi Hartanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil seperti Mentawai.
[irp posts=”36021″ ]
“TNI hadir untuk rakyat. Melalui karya bakti ini, kami membantu membuka akses masyarakat dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga di Kepulauan Mentawai,” tegasnya.
Sementara itu, Letkol Czi Bambang Sulistiono menilai pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, akses jalan dan jembatan yang memadai akan mempercepat aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar di wilayah kepulauan.
Program Bakti TNI untuk Rakyat di Mentawai kini menjadi bukti bahwa pembangunan di daerah terluar membutuhkan kolaborasi nyata, bukan sekadar janji. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, kehadiran Satgas Karya Bakti TNI diharapkan mampu membawa perubahan konkret bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Fais)













