Pendidikan

Tugas Berat Masih Menanti, Efa Yonnedi Terpilih Jadi Rektor Unand Periode 2023-2028

551
×

Tugas Berat Masih Menanti, Efa Yonnedi Terpilih Jadi Rektor Unand Periode 2023-2028

Sebarkan artikel ini
Unand
Tugas Berat Masih Menanti, Efa Yonnedi Terpilih Jadi Rektor Unand Periode 2023-2028

PADANG, ONtime.ID — Efa Yonnedi terpilih menjadi Rektor Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, periode 2023-2028. Dekan Fakultas Ekonomi Unand itu mengantongi 20 suara saat pemilihan di Majelis Wali Amanat (MWA) Unand di Convention Hall Unand, Limau Manis Padang, Selasa (31/10/2023).

Sementara calon rektor lainnya, Fatma Sri Wahyuni mengantongi tiga suara dan Ikhwana Elfitri dengan dua suara. “Pemilihan sudah berjalan demokratis dengan menghasilkan Efa Yonnedi sebagai rektor terpilih,” kata Ketua MWA Unand Sakti Wahyu Trenggono kepada wartawan usai pemilihan.

Sakti mengatakan, meski proses pemilihan tersebut sempat digugat sejumlah dosen ke PTUN Padang, hal itu tidak akan membatalkan hasil pemilihan hari ini. “Tidak membatalkan ya. Pemilihan sudah demokratis, mulai dari dosen, senat, hingga MWA terlibat,” kata Sakti. Sakti berharap di tangan Efa, Unand semakin maju dan mampu menjalankan roda Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Ada banyak sektor yang bisa dikembangkan. Pertanian dan Unand juga punya rumah sakit yang bisa dikembangkan,” jelas Sakti. Untuk diketahui, gugatan yang dilakukan Feri Amsari dan lima dosen Unand lainnya saat ini masih bergulir di PTUN Padang. Namun demikian, dalam putusan sela hakim beberapa waktu lalu, tidak mengabulkan permohonan penggugat untuk menghentikan sementara proses pemilihan.

Tugas Berat Menanti

Universitas Andalas (Unand) resmi memiliki Rektor baru periode 2023-2028. Sosok tersebut bernama Efa Yonnedi. Tugas berat pun menanti pria dengan latar belakang Ekonom tersebut. Efa Yonnedi berhasil terpilih menjadi Rektor Unand dengan perolehan 20 suara mengungguli dua pesaingnya, yakni Fatma Sri Wahyuni (3 suara) dan Ikhwana Elfitri (2 suara).

Efa terpilih menjadi Rektor Unand setelah melalui pemilihan yang dilakukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Unand. “Tadi saya sampaikan arahan dan beberapa pesan, cita-cita Unand ini kan menjadi World Class University (WCU). Ada beberapa hal yang harus dilalui atau dikejar, yakni core competence, baik di sektor utama, pangan dan kesehatan, karena dua hal ini yang sedang dituju,” kata Sakti usai pemilihan, Selasa (31/10/2023) siang.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut mengatakan, tantangan Indonesia dan negara lain di belahan dunia sangat besar dalam krisis pangan. “Tantangan kita sangat besar dalam krisis pangan. (Kemudian) sektor kesehatan, masih sangat lemah, kalau saudara melihat, hampir semua produk kita impor, tugas Unand bagaimana menyikapinya dengan source (sumber daya) yang luar biasa,” katanya.

Sakti juga meminta kepada Rektor Unand terpilih, Efa Yonnedi untuk membangun dan membuka layanan masyarakat. Ketika disinggung mengenai gugatan sejumlah dosen terkait pemilihan Rektor Unand periode 2023-2028, Sakti mengaku tidak mempersoalkan. “Ini pemilihan yang sangat demokratis, saya mengikuti dari awal, dilibatkan seluruh mahasiswa, dosen dan kemudian juga ada alumni dari luar dan lain sebagainya sampai terpilih 12 calon, di situ ada rangkingnya,” katanya.

“Termasuk sampai tingkat final ke SAU dan kemudian diuji juga di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan hasilnya diputuskan hari ini dalam rapat tertutup MWA,” sambungnya.

“Kami diskusi, (gugatan) itu bagian dari demokrasi. Kalau misalnya mereka puas pasti sudah dicabut, tapi kalau tidak, karena seluruhnya telah berproses secara demokrasi, tidak ada dianulir, ini sudah bagus kok, semua sudah transparan, finalis tiga orang ini sudah puas,” katanya.

Dirinya juga memastikan soliditas di internal Unand juga terjaga setelah Efa Yonnedi memimpin kampus terbaik di luar Pulau Jawa tersebut. “Soliditas Civitas Akademika Unand saya pastikan terjamin,” tuturnya. (vand)