MENTAWAI, ONtime.ID – Sebuah kebanggaan besar terpancar dari Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Via Nathalia Gozay Sakerebau, putri sulung dari pasangan Kornelius Gozay Sakerebau dan Paulina Saruru, telah mencatatkan prestasi gemilang yang membanggakan tidak hanya keluarga besar, tetapi juga seluruh masyarakat Mentawai.
Ia menjadi wanita pertama dari Kepulauan Mentawai yang berhasil lulus seleksi Bintara Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) dan kini resmi bertugas Koarmada I Tanjung Pinang Kepulauan Riau.
Prestasi ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Kepulauan Mentawai, mengingat perjalanan menuju seleksi Bintara Kowal bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan fisik yang prima, mental yang tangguh, serta tekad yang tidak tergoyahkan untuk melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat. Namun, semua tantangan itu mampu dilalui oleh Via berkat dukungan keluarga, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.
Dari Mentawai ke Panggung Nasional
Via Nathalia lahir dan besar di Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, sebuah daerah yang dikelilingi keindahan alam dan budaya Mentawai yang khas. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, tekun, dan memiliki cita-cita besar untuk mengabdi kepada negara.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Via memutuskan untuk mengikuti seleksi masuk TNI AL. Langkah ini bukan tanpa hambatan. Jarak geografis Mentawai yang terpencil membuat proses pendaftaran dan seleksi memerlukan perjalanan panjang, biaya, serta persiapan fisik yang maksimal. Namun, dukungan penuh dari kedua orang tua dan keluarga besar membuatnya semakin yakin untuk mencoba.
Tahap demi tahap seleksi ia jalani, mulai dari tes administrasi, kesehatan, psikologi, hingga kesamaptaan jasmani yang menguji kekuatan fisik dan daya tahan tubuh. Tak jarang, peserta gugur di salah satu tahapan karena ketatnya persyaratan. Namun, Via mampu membuktikan kemampuannya dan keluar sebagai salah satu peserta yang dinyatakan lulus.
Kebanggaan Keluarga dan Daerah
Kornelius Gozay Sakerebau dan Paulina Saruru, orang tua Via, tak kuasa menahan haru saat mendengar kabar kelulusan putri sulung mereka. Menurut Kornelius, keberhasilan Via adalah buah dari doa dan kerja keras seluruh keluarga, sekaligus jawaban atas impian mereka agar anak-anak Mentawai bisa bersaing di kancah nasional.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya keberhasilan Via, tetapi juga kebanggaan untuk seluruh masyarakat Mentawai. Semoga ini menjadi motivasi bagi generasi muda kita untuk berani bermimpi dan berjuang meraihnya,” ujar Kornelius.
Kabar kelulusan Via pun cepat menyebar ke berbagai penjuru Mentawai. Banyak tokoh masyarakat dan pemuda setempat yang menyampaikan ucapan selamat, sekaligus menjadikan keberhasilan ini sebagai contoh inspiratif bagi putra-putri daerah.

Bertugas di Tanjung Pinang, Membawa Nama Mentawai
Kini, Via Nathalia resmi bertugas di Provinsi Riau, tepatnya di Kota Pekanbaru. Tugasnya sebagai Bintara Kowal menjadi awal perjalanan panjang dalam pengabdiannya di TNI AL. Ia akan mengemban peran penting sebagai prajurit wanita yang siap menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia.
Meski kini berdinas jauh dari kampung halaman, Via tidak melupakan akar budayanya sebagai anak Mentawai. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menceritakan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Kepulauan Mentawai. Ia berharap kehadirannya di tubuh TNI AL dapat membuka jalan bagi generasi muda Mentawai lainnya untuk mengikuti jejaknya.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak Mentawai mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan berdoa,” kata Via dengan penuh semangat.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Keberhasilan Via menjadi sejarah pertama wanita Mentawai yang lolos sebagai Bintara Kowal memberi pesan kuat bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan lingkungan, anak-anak dari daerah terpencil pun bisa bersaing di tingkat nasional.
Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat pun berharap kisah Via dapat mendorong lebih banyak pemuda dan pemudi Mentawai untuk berani mencoba peluang di dunia militer, kepolisian, maupun bidang-bidang lain yang menuntut disiplin dan dedikasi tinggi.
Selain itu, kisah ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian terhadap pembinaan generasi muda di Kepulauan Mentawai, baik dalam bidang pendidikan, olahraga, maupun pelatihan fisik dan mental. Dengan persiapan yang matang sejak dini, peluang untuk menorehkan prestasi akan semakin besar.
Via Nathalia Gozay Sakerebau bukan hanya membanggakan keluarganya, tetapi juga telah mengukir sejarah baru bagi tanah kelahirannya. Keberhasilannya menjadi wanita Mentawai pertama yang lulus seleksi Bintara Kowal adalah bukti nyata bahwa mimpi besar dapat terwujud melalui usaha yang sungguh-sungguh.
Kini, di bawah bendera TNI AL, ia mengemban tugas mulia sebagai prajurit wanita yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara. Dari Desa Simatalu di Siberut Barat, namanya kini melangkah ke panggung nasional, membawa semangat, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi penerus Mentawai. (*)













