PASAMAN, ONtime.ID – Kabupaten Pasaman menjadi pusat perhatian dunia olahraga bela diri di Sumatera Barat dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumatera Barat 2026 yang memperebutkan Piala Ketua FORKI Sumbar.
Kejuaraan yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, diikuti sebanyak 791 karateka dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Ajang tersebut menjadi salah satu kejuaraan karate terbesar di tingkat provinsi sekaligus bagian penting dari sistem pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, baik di level nasional maupun internasional.
Pembukaan Kejurda dihadiri Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Pasaman menyambut seluruh kontingen, ofisial, pengurus FORKI kabupaten dan kota, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Parulian menegaskan bahwa Kejurda FORKI bukan sekadar arena mengejar medali dan gelar juara. Lebih dari itu, kejuaraan merupakan wadah membentuk karakter, kedisiplinan, mental juang, dan sportivitas generasi muda melalui olahraga.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi. Ini adalah ruang bagi anak-anak kita untuk membangun kepercayaan diri, berani bermimpi, dan menunjukkan kemampuan terbaik yang mereka miliki,” ujar Parulian.
Ia menilai olahraga karate memiliki nilai pendidikan yang kuat karena mengajarkan pengendalian diri, rasa hormat, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi tantangan dengan disiplin.
Menurutnya, kekuatan seorang karateka tidak hanya diukur dari kemampuan menyerang ataupun bertahan di arena pertandingan, tetapi juga dari kemampuannya mengendalikan emosi dalam setiap situasi.
“Kekuatan sejati bukan berasal dari pukulan atau tendangan, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri. Kesuksesan hidup juga tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi oleh kecerdasan emosional. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan generasi muda,” tegasnya.
Parulian berharap penyelenggaraan Kejurda FORKI Sumbar dapat semakin meningkatkan kualitas pembinaan karate di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pasaman, sehingga lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing pada level nasional hingga internasional.
Selain memberikan motivasi kepada para atlet, ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang dinilai semakin profesional. Menurutnya, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga integritas perangkat pertandingan.
Karena itu, ia meminta seluruh juri dan wasit menjalankan tugas secara objektif, profesional, dan menjunjung tinggi prinsip sportivitas agar seluruh pertandingan berlangsung secara adil.
“Dari kejuaraan seperti inilah kita menunjukkan bahwa Sumatera Barat mampu menyelenggarakan event olahraga yang berkualitas. Profesionalisme seluruh perangkat pertandingan menjadi kunci lahirnya kompetisi yang bermartabat,” katanya.
Menutup sambutannya, Parulian menyampaikan pesan kepada seluruh karateka agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menikmati setiap proses latihan dan pertandingan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Saya tidak pernah meminta anak-anak untuk selalu sukses. Yang saya harapkan adalah mereka tumbuh menjadi pribadi yang bahagia. Sebab, kesuksesan tanpa kebahagiaan akan kehilangan maknanya,” ujarnya.
Prosesi pembukaan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang juga Ketua FORKI Kabupaten Pasaman, Tirto Edi, dilanjutkan sambutan Ketua KONI Sumatera Barat dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi konsistensi FORKI Sumbar dalam membangun pembinaan atlet secara berjenjang. Menurutnya, Kejurda merupakan instrumen penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan di masing-masing daerah.
Ia juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding, sementara para juri dan wasit diminta menjaga independensi serta objektivitas dalam memimpin pertandingan sehingga seluruh rangkaian kompetisi berlangsung sesuai prinsip fair play.
Pembukaan Kejurda FORKI Sumbar 2026 secara resmi dilakukan oleh Ketua FORKI Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, setelah seluruh kontingen disambut secara resmi oleh Wakil Bupati Pasaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua FORKI Sumatera Barat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Ketua KONI Sumatera Barat, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda Kabupaten Pasaman, Ketua KONI Kabupaten Pasaman, jajaran pengurus FORKI kabupaten dan kota, para juri dan wasit, serta ribuan atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Dengan melibatkan hampir delapan ratus atlet dari 17 kabupaten dan kota, Kejurda FORKI Sumbar 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan antarkarateka, memperkuat budaya sportivitas, serta menegaskan komitmen bersama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional. (agus)













