Kab. Solok Selatan

Wisuda Tahfidz Jadi Momentum Perkuat Spiritualitas Solok Selatan

287
×

Wisuda Tahfidz Jadi Momentum Perkuat Spiritualitas Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
Tahfidz
Wisuda Tahfidz Jadi Momentum Perkuat Spiritualitas Solok Selatan

SOLOK SELATAN, ONtime.ID — Lantunan ayat suci dan air mata bahagia mewarnai Wisuda Akbar Tahfidz Quran II Kabupaten Solok Selatan, Sabtu, 6 September 2025 di GOR Rimbo Tangah. Sebanyak 2.054 anak resmi diwisuda sebagai hafidz dan hafidzah. Bagi masyarakat, momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi perayaan spiritual yang meneguhkan identitas daerah.

Ribuan orang tua tampak larut dalam suasana haru saat menyaksikan anak-anak mereka tampil di hadapan khalayak. “Inilah kebanggaan terbesar kami, melihat anak mampu menghafal kalamullah,” ujar seorang ayah dari Kecamatan Sungai Pagu.

Bupati Solok Selatan, Khairunas menyebut para hafidz sebagai mutiara bangsa. “Generasi Qur’ani adalah cahaya peradaban. Menghafal adalah awal, menjaga hafalan adalah perjuangan, dan mengamalkan Al-Quran adalah tujuan sejati,” ujarnya.

Kepala Kemenag Solok Selatan, Fitriyoni, menegaskan bahwa wisuda tahfidz harus dimaknai sebagai benteng moral. “Meningkatkan pengamalan Al-Quran sangat penting. Apalagi di tengah perubahan nilai, tentu menjadi perhatian agar generasi tidak jatuh pada degradasi moral,” katanya.

Sekdakab Solok Selatan, Syamsurizaldi menambahkan, kegiatan ini bukan hanya perayaan tetapi juga sarana evaluasi. “Wisuda Akbar Tahfidz Quran II mengangkat tema “Generasi Qur’ani, Menyatukan Hati, Memajukan Negeri”. Selain merayakan pencapaian, ini juga ajang untuk mengukur sejauh mana pembinaan rumah tahfidz berjalan,” jelasnya.

Peningkatan jumlah rumah tahfidz dari tahun ke tahun juga menjadi indikator keseriusan masyarakat. Kini, Solok Selatan memiliki 462 rumah tahfidz yang tersebar hingga pelosok jorong. “Semoga jumlahnya terus meningkat sesuai harapan kita semua,” kata Syamsurizaldi.

Wisuda tahfidz pun menegaskan posisi Solok Selatan sebagai daerah yang berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan spiritual. Di tengah arus modernisasi, masyarakatnya tetap menjadikan Al-Quran sebagai fondasi utama kehidupan.

Penceramah, Buya Ristawardi, turut mengapresiasi langkah pemerintah daerah.

“Melalui program unggulan Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz, saya melihat ini satu-satunya yang berjalan konsisten di Sumatera Barat. Ini patut dijaga dan diteruskan,” ujarnya. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID