SOLSEL, ONTIME.ID—Hilirisasi kopi menjadi penopang penting terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani kopi.
Apalagi, pengembangan kopi melalui produk turunannya akan mampu mendobrak ekonomi yang lebih baik lagi nantinya.
Berangkat dari hal ini, Bupati Solok Selatan, Khairunas melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan mendorong upaya hilirisasi kopi tersebut guna meningkatkan kesejahteraan petani kop. Terlebih Kabupaten Solok Selatan menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik.
“Upaya peningkatan hilirisasi kopi ini dapat dilakukan sejalan dengan diterimanya bantuan bagi petani kopi dari berbagai pihak, baik itu dalam bentuk pembinaan hingga pendanaan. Bantuan yang diberikan ini diharapkan nantinya dapat mewujudkan hal tersebut. Petani kopi tidak hanya menjual produk kopi konvensional saja, tapi juga bisa mengembangkan hilirisasi kopi ini. Sehingga mampu meningkatkan ekonomi dengan baik melalui pengembangan kopi ini,” katanya saat mendampingi kunjungan Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah ke Wonorejo Sangir, Solok Selatan, Minggu (23/10).
Khairunas juga menambahkan, selain pengembangan ekonomi petani kopi melalui hilirisasi kopi tersebut, yang terpenting adalah keberlanjutannya sehingga upaya tersebut dapat dicapai secara optimal. Mulai dari pengembangan teknologi, manajemen, pembinaan, dan yang lainnya dari pihak pemerintah dan juga swasta.
“Kemudian kami juga mengharapkan kepada kelompok tani kopi ini bisa meningkatkannya berlipat ganda. Kalau bisa untuk peningkatan yang optimal, bisa dengan menambah luas area tanam kopi dari yang sudah ada sekarang ini,” katanya menjelaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah juga menyampaikan, pengembangan pertanian di bidang usaha kopi juga menjadi salah satu fokus pemerintah provinsi pada pencapaian program dan kegiatannya. Sebab, kopi menjadi salah satu dari 12 komoditas yang difokuskan pengembangannya.
“Sesuai dengan visi dan misi Pemprov Sumbar kami alokasikan 10 persen APBD provinsi untuk pertanian dalam artian luas. Ini tentunya menjadi bukti atas keseriusan dan kesungguhan kami untuk pengembangan ini,” katanya.
Apalagi, komoditas kopi juga menjadi salah komoditas unggulan bagi Kabupaten Solok Selatan, dan telah dikenal secara luas oleh masyarakat. Sehingga peningkatan-peningkatan di setiap lini sektornya harus direalisasikan. Mulai dari pemasaran, produksi, pengembangan inovasi, dan yang lainnya.
Dengan diserahkannya bantuan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada kelompok tani kopi Wonorejo sebesar Rp500 juta beserta pupuk dan alat pertanian, diharapkan hilirisasi kopi di Kabupaten Solok Selatan dapat diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani kopi dan manfaat ekonomi pada masyarakat umumnya. (*/red)













