Kesehatan

180 Ribu Warga Sumbar Berobat ke Luar Negeri

323
×

180 Ribu Warga Sumbar Berobat ke Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
sumbar
DIRUT RSUP Dr. M. Djamil, Yusirwan Yusuf menyerahkan tumpeng kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat peringatan HUT RSUP Dr. M. Djamil Ke-69, Sabtu (31/12).

PADANG, ONTIME.ID—Kendati Sumatera Barat (Sumbar) telah memiliki sejumlah rumah sakit bertaraf internasional dan tenaga medis yang mumpuni, namun kenyataannya, setiap tahunnya tercatat ada sebanyak 180 ribu warga Sumbar yang masih berobat ke luar negeri.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Yusirwan Yusuf mengakui hal ini tidak terlepas dari tingkat pelayanan rumah sakit di Sumbar yang masih jauh di bawah rumah sakit-rumah sakit di luar negeri. Menurutnya, salah satu kelebihan pelayanan di luar negeri yang menjadi catatannya adalah persoalan dokter yang mudah ditemui atau dihubungi dan bagus komunikasinya.

Oleh sebab itu, ujar Yusirwan, budaya melayani menjadi satu target utama transformasi yang akan dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil, di samping peningkatan sarana dam prasarana serta mutu SDM kesehatan.

“Ada sebanyak180 ribu orang berobat tiap tahun ke luar negeri. RSUP Dr. M. Djamil harus mampu menghambat ini. Memang tidak mudah, banyak transformasi yang yang harus dilakukan, terutama dalam hal budaya melayani,” kata Yusirwan saat eringatan HKN Ke-58 dan HUT RSUP Dr. M. Djamil Ke-69, Sabtu (31/12).

Salah satu upaya yang saat ini tengah dilakukan adalah transformasi digital, dengan menghadirkan Djamil App. Dengan aplikasi ini pasien bisa melakukan registrasi di rumah dan sudah bisa diketahui jadwal berobat dan dokternya.

“Dokternya juga menerima notifikasi jika ada pasien sehingga tak pasien perlu antre. Inilah salah satu transformasi yang kami galakkan sekarang. Dalam dua jam pasien sudah terima obat dan pulang, ini janji kami supaya pelayanan meningkat di RSUP,” ujar Yusirwan.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang berkesempatan hadir pada perayaan HUT RSUP Dr. M. Djamil juga menyatakan hal senada. Menurutnya, salah satu kelebihan utama rumah sakit di luar negeri adalah pelayanan dan perhatian. Bahkan, pasien sudah dijemput sejak turun dari pesawat.

“Orang datang ke rumah sakit itu membawa keluhan. Dan, ketika tenaga medis sudah mau mendengar pasien yang datang berkeluh kesah, itu sudah menjadi obat tersendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan program kesehatan dari Baznas Sumbar. Dana senilai Rp126 juta lebih itu untuk pembayaran hutang berobat 27 orang mustahik di RSUP M. Djamil Padang pada tahun 2022.

Pada akhir acara dilaksanakan pemotongan tumpeng Dirut RSUP M. Djamil dan diserahkan kepada Gubernur Sumbar dan Ketua Dewan Pengawas, drg. Arianti Anaya. Turut hadir dalam acara ini Ketua TP-PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi; Kadinkes Sumbar, dr. Lila Yanwar; dan Ketua DPRD Padang. (*/red)