PADANG, ONTIME.ID—Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumatra Barat mencatat, selama periode H-7 hingga H+2 Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, setidaknya ada 301.139 kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Sumbar.
Tingginya volume kendaraan selama musim mudik ini tak urung menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar, Heri Nofiardi menyebutkan, dibandingkan tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda, terjadi pergeseran jenis kendaraan yang masuk dan keluar Sumbar selama musim mudik Lebaran.
Tahun, kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Sumbar didominasi oleh kendaraan pribadi, dengan rincian, kendaraan roda empat (mobil) sebesar 47 persen dan kendaraan roda dua (sepeda motor) 33 persen. Diikuti mobil barang 16 persen dan bus empat persen.
“Kalau dilihat dari data yang ada, memang kencenderungannya pemudik datang ke Sumbar menggunakan kendaraan pribadi. Jumlahnya juga meningkat dibanding dengan tahun 2019 lalu,” kata Heri, Minggu (8/5).
Berdasarkan data BPTD Wilayah III Sumbar, selama periode H-7 hingga H+2, setidaknya ada sebanyak 301.139 kendaraan yang melintas di wilayah Sumbar. Jumlah itu didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat sebanyak 142.756 unit dan sepeda motor sebanyak 101.122 unit.
Diikuti mobil pick up 23.016 unit, truk sedang 14.783 unit, dan truk besar 9.509 unit. Selanjutnya, bus besar 4.097 unit, bus kecil 4.072 unit, dan bus sedang 2.898 unit. Sisanya, mobil penumpang umum (MPU) 109 unit dan kereta gandingan 27 unit.
“Itu baru yang dari jalur darat. Belum termasuk yang dari jalur laut dan udara, termasuk juga kereta api. Merujuk data posko BIM, selama periode mudik, total ada sebanyak 8.958 penumpang yang keluar dan masuk wilayah Sumbar melalui jalur udara,” katanya.
56 Kali Kecelakaan Lalu Lintas
Peningkatan volume kendaraan ke Sumbar pada masa Lebaran tahun ini tak hanya menyebabkan kemacetan panjang, melainkan juga ikut meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar mencatat, selama selama musim mudik dan arus balik Idulfitri 1443 Hijriah, sekitar 100 hingga 120 ribu unit kendaraan diperkirakan memasuki wilayah Sumbar.
Ratusan ribu kendaraan tersebut, menurut Hilman, masih didominasi oleh kendaraan roda empat para perantau yang berasal dari provinsi tetangga, terutama dari Provinsi Riau.
“Itu baru jumlah kendaraannya, belum lagi masyarakat yang datang dengan menggunakan pesawat terbang maupun moda transportasi lainnya. Intinya, animo masyarakat untuk mudik pada tahun ini meningkat secara signifikan,” ujarnya kepada ONTIME.ID, Minggu (8/5).
Peningkatan volume kendaraan yang terjadi tersebut ikut berdampak terhadap kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di sejumlah ruas jalan utama maupun akses jalan menuju destinasi wisata. Akibatnya, angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Lebaran tahun ini pun meningkat signifikan.
“Selama Operasi Ketupat Singgalang 2022, kami mencatat telah terjadi 56 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai empat orang. Unit yabg terlibat didominasi oleh kendaraan roda empat,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas, sebagaimana pada musim mudik sebelumnya, aparat kepolisian telah menempatkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang berfungsi untuk mengatur maupun mengurai kemacetan yang telah diprediksi akan terjadi sebelumnya.
“Sesuai perintah Kapolda, selama musim mudik Lebaran, anggota stand by selama 24 jam di lapangan untuk mengatur lalu lintas masyarakat yang hendak mudik, silaturahmi keluarga, maupun dalam perjalanan menuju destinasi wisata,” ucapnya.
Hilman juga mengatakan, diperkirakan hari ini merupakan puncak arus balik, sehingga akan terjadi gelombang besar kendaraan menuju jalur keluar wilayah Sumbar.
Sementara itu mengenai evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2022, Hilman mengaku belum bisa menyampaikannya. Sebab hingga saat ini, operasi tersebut masih berlangsung.
“Tahun ini rasanya secara pengamanan sudah maksimal. Masyarakat yang tahun sebelumnya tidak bisa pulang kampung, tahun bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga, Operasi pengamanan pun kami lakukan sebagaimana tahun sebelumnya,” ucapnya.













