“Begitupun realisasi dana desa sepanjang 2022 ini sudah hampir 60 persen tersalurkan. Kita sangat berupaya mengoptimalkan penyaluran dan berfokus pada perbaikan ekonomi dengan mengembangkan potensi yang ada. Begitu juga dengan pengembangan kelompok sadar wisata, UMKM, dan entrepreneurship,” tuturnya.
Amasrul menyampaikan, keadaan nagari yang ada di Sumbar saat ini menunjukkan peningkatan. Selama tahun 2021, tercatat sebanyak 32 nagari berstatus sangat tertinggal. Kemajuan terjadi di tahun 2022, nagari dengan status sangat tertinggal tidak ada lagi. Kemudian nagari tertinggal menyusut menjadi 28 nagari.
“Status tertinggal masih ada 28 nagari. Umumnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, ini berkaitan dengan infrastruktur, ekonomi, dan juga akses karena jauh dari jangkauan. Setelah Kepulauan Mentawai, ada beberapa nagari juga di Kabupaten Solok,” katanya. (*/vand)













