Kab. Dharmasraya

43 Nagari di Dharmasraya Gelar Pilwana

1005
×

43 Nagari di Dharmasraya Gelar Pilwana

Sebarkan artikel ini
dharmasraya
Spanduk dan baliho mulai terpasang pada masa tahapan kampanye Pilwana serentak di Dharmasraya

DHARMASRAYA, ONTIME.ID—Sebanyak 43 nagari di Dharmasraya akan mengadakan Pemilihan Wali Nagari (Pilwanag) serentak pada 20 Oktober dengan 127 bakal calon yang ikut serta.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Hasto Kuncoro menjelaskan,  pesta demokrasi nagari saat ini sudah masuk pada tahapan kampanye,

 

“Nagari yang akan menggelar Pilwana tersebut, ada yang kosong jabatan wali nagarinya, ada yang hampir habis, sedangkan 9 nagari lagi masih panjang masa jabatannya,” katanya di Dharmasraya, Kamis (14/10).

 

Pada Pilwana periode ini ulasnya, 19 nagari yang melaksanakan Pilwana akan bertarung dua calon saja atau head to head, sedangkan yang penuh kuota calonnya atau sebanyak lima orang calon adalah empat nagari, selebihnya bervariasi tiga atau empat calon saja.

 

Pantauan ONTIME.ID di lapangan, dalam Pilwana ini, khusus yang head to head, berbagai macam pembicaraan ditengah tengah masyarakat, ada lawan yang dicarikan dan bahkan ada bertarung suami istri, artinya bisa saja tidak ada yang sanggup untuk “melawan” bisa juga minta masyarakat setempat yang tidak ada.

 

Begitu pula spanduk spanduk calon wali nagari yang akan bertarung pada pilwana mendatang sudah terpasang, berbagai ide dan gagasan sudah disampaikan melalui spanduk tersebut.

 

Ada yang menulis visi dan misinya, ada juga dengan kata kata singkat “lanjutkan” ada juga “teruskan”, namun masyarakat pemilihlah yang akan menilai masing-masing calon tersebut.

 

Namun, tentu ada “PR” bagi calon wali nagari incumbent yang harus diselesaikan dan tugas berat bagi wali nagari yang akan menduduki kursi wali nagari.

 

Misalnya saja, Nagari Sikabau Kecamatan Pulau Punjung,  PR wali nagari yang saat ini sedang cuti karena ikut bertarung kembali pada Pilwana mendatang, yaitu pasar tumpah sampai ke bahu jalan nasional atau jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

 

Pantauan ONTIME.ID, setiap Senin yang merupakan hari pasar Nagari Sikabau itu, para pedagang tumpah sampai ke bahu jalan, hal itu sudah berlangsung sejak lama, namun sepertinya belum ada solusi dari nagari.

 

Belum lagi masalah kultur yang harus diselesaikan di nagari nagari, apakah itu adat istiadat dan lain sebagainya. (*/red)