Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu Setianto mengatakan, Polda Sumbar melalui Satgas Pangan terus memantau dilapangan tekait ketersediaan kebutuhan pokok, terutama minyak goreng.
“Kita setiap hari melakukan pemantauan, terutama menjelang Ramadan ini. Namun saat ini, ketersedian minyak goreng masih cukup dan harganya masih stabil,” ujarnya kepada Ontime.id , Senin (28/3).
Lebih lanjut, untuk mengantisipasi agar tidak adanya praktik – praktik kecurangan yang dapat mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di pasaran, Satake menyebutkan bahwa pihaknya masih terus mengawasi rantai distribusi minyak goreng di pasaran.
“Pengawasan kita lakukan dari tingkat pedagang, minimarket, distributor hingga ke produsen, sejauh ini belum ada laporan adanya tindakan kecurangan yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga maupun kelangkaan minyak goreng. ,”
Akan tetapi menurut Satake, jika ditemukan pelanggaran maupun kecurangan di lapangan, pihaknya melalui Satgas Pangan, tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba meraup keuntungan.
“Jika ditemukan penipuan ataupun penimbunan, akan langsung kita tindak tegas, kami tidak mentolerir adanya kecurangan yang berpotensi menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan pokok jelang ramadhan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Satake menambahkan, pihaknya juga akan mengawasi potensi gangguan kamtibmas akibat pengurangan kuota BBM jenis solar untuk Sumbar. Hal ini mulai tampak dengan rentannya antrian kendaraan di SPBU yang dapat memicu kemacetan
Ia menambahkan, Polda telah mengawasi 137 SPBU yang ada di seluruh wilayah hukum Polda Sumbar, hasilnya, setelah berkoordinasi juga dengan BP Migas, didapatkan informasi bahwasanya ada pengurangan jatah kuota BBM jenis Solar untuk wilayah Sumatra Barat.
“Berdasarkan koordinasi kami, untuk Solar memang terjadi pengurangan kuota dari BP migas dibandingkan dengan kuota sebelumnya,” katanya. (red)













