Olahraga

Benfica Bisa Ulangi Kesuksesan Tahun 2006

290
×

Benfica Bisa Ulangi Kesuksesan Tahun 2006

Sebarkan artikel ini
Benfica
Benfica berpeluang mengalahkan Liverpool seperti yang dilakukan pada tahun 2006 lalu

PORTO, ONTIME.ID–Simao Sabrosa sebut kemenangan Benfica atas Liverpool pada tahun 2006 bisa terulang kembali ketika kedua tim bersua di babak perempat final Liga Champions 2021-2022.

Liverpool akan melawan Benfica di babak perempat final Liga Champions 2021-2022 pada Rabu (6/4) pukul 02.00 WIB di Stadion da Luz.

Pertemuan terakhir kedua tim di Liga Champions terjadi pada musim 2005-2006 pada babak 16 besar. Saat itu, Liverpool yang berstatus sebagai juara bertahan harus gugur dengan cepat setelah mengalami kekalahan agregat dengan skor 0-3.

Benfica bisa menjadi batu sandungan Liverpool mengingat pada babak 16 besar, tim berjuluk Si Elang ini mengalahkan salah satu unggulan juara Ajax Amsterdam dengan agregat 3-2. Sebelumnya pada babak grup, Benfica tergabung dengan Bayer Muenchen, Barcelona, dan Dynamo Kyiv.

Secara mengejutkan mereka mampu lolos di bawah Bayer Muenchen usai banyak yang memprediksi Barcelona yang akan lolos. Eks pemain Benfica, Simao Sabrosa, merupakan salah satu pemain yang mengalahkan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions 2005-2006.

Pada leg pertama musim itu, Benfica yang menjamu Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.

“Saya ingat semuanya. Suasananya brilian berkat para penggemar. Liverpool adalah juara Liga Champions dengan tim yang sama. Mereka tidak terlalu banyak berubah dan ketika kami melihat starting XI, saya melihat Steven Gerrard tidak bermain,” kata Simao, dikutip BolaSport.com dari The Guardian.

Meski berstatus sebagai juara bertaha, tak membuat mental pemain Benfica menjadi kendur. Malahan status Liverpool tersebut menjadi pelecut semangat untuk meraih kemenangan.

“Jadi kami sangat senang karena Gerrard adalah pemain terbaik Liverpool, salah satu pemain terbaik Liverpool dan pemain terbaik di Eropa. Kami mulai bermain dan hanya berpikir untuk memenangkan pertandingan dan kami bermain untuk menang. Sementara Liverpool tidak bermain untuk menang dan mereka tidak bermain dengan baik,” ujar Simao. (/*red)