PADANG, ONTIME.ID – Universitas Negeri Padang (UNP) gemakan Sumatera Barat (Sumbar) bangkit dari semua sektor kehidupan terutama dari musibah bencana yang melanda. Momentum ini pun sejalan dengan semangat kebangkitan nasional yang diperingati pada hari ini (Senin, red).
Semangat kebangkitan nasional ini pun dihelat dalam serangkaian kegiatan dari tanggal 17 – 18 Mei 2024 kemarin yang sejalan dengan pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Ketua MRPTNI, Prof. Ganefri, yang juga Rektor UNP, mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada 17 dan 18 Mei 2024. Pertemuan MRPTNI dilaksanakan pada 17 Mei dengan agenda menyosialisasikan seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri.
Kemudian kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tentang ketahanan pangan. Selanjutnya pada 18 Mei diselenggarakan Festival Kebangsaan dan Konser Amal. Artis nasional ikut meramaikan kegiatan ini, seperti klinik gitar dari Ridho Slank, lalu penampilan Once Mekel.
Dikatakan Prof Ganefri, saat ini telah terkumpul Rp450 juta dari penggalangan dana MRPTNI, Dharma Wanita Persatuan Ditjen Dikti, Sivitas UNP dan terakhir Rp150 juta dari Menteri Pertanian. Dana yang dikumpulkan ini nantinya akan dipergunakan untuk membangun Sekolah Dasar di Guguak Tinggi Kabupaten Agam yang ikut terkena musibah banjir lahar dingin pada Sabtu (11/5) lalu.
“Kami menargetkan bisa terkumpul Rp600 juta. Semoga dengan konser amal ini target itu bisa tercapai. Kita juga buka rekening khusus bagi yang ingin berdonasi,” ujarnya saat gelaran Muhasabah Doa bersama dan Konser Amal untuk korban bencana alam di Sumbar, Sabtu (18/5).
Walau diguyur hujan, konser amal muhasabah doa Sumbar yang berlangsung di halaman Rektorat UNP berlangsung meriah. Konser amal tersebut menampilkan performance terbaik dari Once Mekel & the band, Alffy Rev & True Friends, Novia Bachmid, Ridho Slank, Sandy Canester, Dwiki Dharmawan, Kadri, Al Zastrouw, Sujiwo Tejo, Riri Riza Yusuf Raharjo, dan ustaz Al Ikhlas, Lc, MA.
Konser amal sendiri merupakan rangkaian dari festival kebangsaan yang berisikan dialog kebangsaan, pameran inovasi, coaching clinik, pop art market, kompetisi film dokumenter.
Dalam dialog kebangsaan bertemakan, “Musik dalam Gerak Kebangsaan” yang berlangsung di auditorium UNP, dengan menghadirkan narasumber seperti, Prof Ganefri, Once Mekel, Sujiwo Tejo, Alffy Rev, serta Mirabeth Sonia.
Prof Ganefri memaparkan, musik mempunyai pengaruh dalam meningkatkan kecerdasan anak, dan mempengaruhi kemajuan IT pada hari ini. Pada zaman ini, semua terkoneksi dengan dunia luar. Anak – anak mengetahui segala informasi dari berbagai kejadian di seluruh dunia.
“Jika tidak diberikan pemahaman yang komprehensif, tentu anak – anak akan salah arah. Generasi Z kita harus berfikir masa depan, dan tidak bisa pengalaman masa lalu dijadikan acuan di masa yang akan datang,” katanya.
Lebih lanjut, Ganefri menekankan, yang menjadi tantangan pada saat ini adalah pendidikan karakter terhadap generasi Z. Pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama. Yang menjadi tantangan pada saat ini apakah pendidikan karakter bisa diwujudkan dari program digitalisasi.
“Apalagi para pakar menyatakan, pendidikan karakter tidak bisa melalui digitalisasi. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan kita untuk bisa mewujudkan pendidikan karakter yang bisa dilakukan melalui program digitalisasi,” ungkapnya.
Mirabeth Sonia memaparkan rasa bangga terhadap negara disalurkan dalam bentuk pagelaran. “Dalam pagelaran, saya membawakan sosok Sitti Manggopoh yang merupakan pahlawan dari Sumatera Barat. Jadi kekaguman terhadap bangsa disalurkan terhadap musik dan budaya. Ini sangat hebat sekali, dan ini sebagai bentuk cinta tanah air,” katanya.
Budayawan Sujiwo Tejo menekankan musik itu dapat menggerakkan rasa kebangsaan. Hal ini dikarenakan dengan musik dapat menciptakan rasa secara langsung. “Menciptakan persatuan bangsa dapat dimulai dari musik. Musik – musik terdahulu menggelorakan kebangsaan, karena langsung menggerakkan jiwa. Oleh karena itu musik adalah rumus matematika yang berbunyi,” katanya.
Sementara itu, Once Mekel dalam kesempatan itu menjelaskan juga, jika kita berkreasi dalam musik dengan menuliskan isi yang ada di dalam hati, tentu orang lain yang membaca atau mendengar hasil karya. “Orang lain akan mendengarkan hasil karya kita, walau tidak sama dengan yang kita rasakan, tapi minimal bisa mengisyaratkan makna dari karya yang kita ciptakan,” ungakpnya.

Kuliah Umum Mentan Amran Sulaiman
Di sisi lain dalam kuliah umum bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemberian benih baru pada petani yang lahannya mengalami puso akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi. Masing-masing untuk petani di Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang.
Ia sudah menerima laporan terdapat 2.000 hektare lahan terdampak akibat galodo yang menerjang pada Sabtu 11 Mei 2024. Dari jumlah tersebut, tercatat 450 hektare dipastikan mengalami puso karena tertimbun material banjir bandang. “Ada yang puso 450 hektare. Kita ganti benih dan pupuknya untuk yang puso. Kita tambah alat mesin pertanian. Kita langsung cek lapangan hari ini,” ucapnya.
Mentan dalam menyampaikan materinya terus memberikan semangat kepada mahasiswa untuk tetap semangat meraih impiannya. “Anak-anakku mahasiswa, kami itu dulu petani. Anda adalah masa depan bangsa. Mimpi besar butuh actions yang terus menerus dan jangan pernah menyerah,”ungkapnya di depan lebih kurang 2.000 mahasiswa yang berasal dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Barat mengikuti Dialog Kebangsaan bersama Menteri Pertanian Dr. Ir. Amran Sulaiman, MP dan Launching Kelompok Tani Mahasiswa Indonesia, di Auditorium UNP.
Prof. Ganefri mengatakan, UNP bersama perguruan tinggi lainnya memastikan kesiapan menjawab ajakan kolaborasi dari Menteri Pertanian. Sebab telah meluncurkan kelompok tani mahasiswa.
“Kita memang harus membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. UNP segera menindaklanjuti kolaborasi dengan menyiapkan tim dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kelompok tani dan lahan yang bisa dibina menggunakan teknologi,” ujarnya.
Dirjen Dikti Ristek Prof. Dr. Rer. Nat. Abdul Haris, M.Sc mengucapkan selamat kepada MRPTNI dan memberi apresiasi yang sebesar-besarnya karena telah menggagas acara ini. “Kelompok tani mahasiswa yang dibentuk seluruh indonesia ini menjadikan mahasiswa sebagai patriot pangan yang dipersiapkan oleh Perguruan Tinggi,” paparnya.
Turut tampak hadir pada acara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, S.P, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo, Ph.D, dan Kepala Badan Litbang Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, 67 anggota MRPTNI. Kemudian kelompok mahasiswa dari perwakilan perguruan tinggi di Sumbar dan juga Kelompok Tani Mahasiswa. (vand)













