Pendidikan

Dinas Pendidikan Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional

405
×

Dinas Pendidikan Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional

Sebarkan artikel ini
Pendidikan
Dinas Pendidikan Sumbar menggelar sosialisasi asesmen nasional di Basko Hotel, Senin (27/5).

PADANG, ONTIME.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pendidikan Sumbar menggelar Sosialisasi Asesmen Nasional untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa. Acara tersebut dilaksanakan di Basko Hotel Padang, Senin (27/5). 

 

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius menyebutkan, Sosialisasi Asesmen Nasional diikuti oleh seluruh lapisan dinas pendidikan, mulai dari kepala dinas kabupaten kota se-Sumbar hingga kepala sekolah. Kegiatan tersebut merupakan program nasional yang harus disosialisasikan dan diperkuat karena akan menghasilkan raport pendidikan.

 

“Dinas Pendidikan Sumbar merupakan pelaksana Asesmen Nasional dan harus berkoordinasi dengan dinas kabupaten kota karena Asesmen Nasional bukan hanya untuk SMA, SMK dan SLB, namun juga untuk pendidikan dasar seperti SD, SMP dan PKBM,” kata Barlius, Senin (27/5).

 

Ia mengatakan, Asesmen Nasional nantinya akan melahirkan rapor pendidikan, rapor pendidikan nasional, rapor pendidikan provinsi, rapor pendidikan kabupaten kota hingga rapor sekolah.

 

“Yang perlu ditindaklanjuti dalam Asesmen Nasional ini yaitu penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) maupun kebijakan lain di sekolah. Tingkat SMA sudah dimaksimalkan 100 persen. Kita akan tindak tegas sekolah yang tidak ada lagi muridnya dan tentu harus ditutup,” ujarnya.

 

Ia menyebutkan, Asesmen Nasional yang sudah dilaksanakan dari 2021 tersebut merupakan program nasional di seluruh Indonesia. Selama empat tahun, ia menyimpulkan bahwa Sumbar masih minim literasi dan numerasi.

 

“Kita akan meningkatkan itu dengan kebijakan dari pemprov. Secara nasional, literasi dan numerasi di Sumbar dibandingkan negara lain memang lemah. Namun kabar baiknya, Sumbar memiliki peningkatan yang cukup bagus, buktinya 2023 dalam Indeks pembangunan manusia kita peringkat tujuh di nasional, ini yang akan dimaksimalkan,” ucap Barlius.

 

Raport pendidikan, katanya, tidak digunakan untuk pemeringkatan sekolah, tidak pula untuk masuk ke sekolah lebih lanjut. Namun digunakan sekolah untuk membuat kebijakan penganggaran dan kebijakan non anggaran.

 

“Sumbar lemah pada bidang literasi dan numerasi. Ini merupakan lagu lama. itulah mengapa kepala sekolah dihadirkan untuk bisa menindaklanjuti di lapangan melalui kebijakan penganggaran BOS dan kebijakan kegiatan yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan Indeks literasi dan numerasi,” ujarnya lagi.

 

Ia menambahkan, kebijakan lain seperti membentuk komunitas literasi di sekolah merupakan salah satu penunjang untuk meningkatkan minat literasi siswa.

 

“Kita akan membuat sekolah menganggarkan pemberian buku penunjang, sekolah harus memotivasi siswa untuk membaca. Jika sebelumnya membaca itu di perpustakaan, sekarang kita buat inovasi baru seperti membuat pojok literasi di kelas-kelas lengkap dengan fasilitas literasi dan numerasi,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi Asesmen Nasional, Benny Wahyudi mengatakan, pentingnya Sosialisasi tersebut sebagai upaya untuk memberikan kontribusi maksimal kemajuan pendidikan di Sumbar.

 

“Ini merupakan usaha untuk memasifkan sosialisasi. Kita berharap media juga ikut berkontribusi untuk mensosialisasikan ini agar tercapai peningkatan untuk pendidikan kita,” ujar Benny.

 

Meskipun Sumbar berada pada peringkat satu dalam hal partisipasi, namun ia berharap, tindak lanjut sosialisasi Asesmen Nasional tersebut dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai literasi dan numerasi akan lebih bagus.

 

“Sumbar ada di peringkat satu dalam hal partisipasi. Meskipun begitu, kita berusaha untuk lebih baik lagi. Terutama dalam hal literasi dan numerasi, oleh karena itu kita akan lihat hasil sosialisasi Asesmen Nasional ini nanti. Karena akan menjadi sumber seluruh penganggaran kebijakan,” tuturnya. (vand)