PADANG, ONTIME.ID – Kejadian bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa Waktu lalu tidak berdampak kepada terhentinya operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPU) maupun Lembaga penyalur BBM lainnya. Hanya saja, suplai terpaksa harus dialihkan melalui skema Reguler Alternative Emergency (RAE).
SBM I Sales Area PT Pertamina Patra Niaga Regonal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Rizaq Julianto menyebutkan, seluruh SPBU tidak ada yang terdampak atau mengalami kerusakan baik banjir lahar dingin di sekitar Kawasan Gunung Merapi maupun bencana banjir sebelumnya di beberapa daerah lain di Sumatera Barat.
“Sejauh ini, soal terdampak, kami jelaskan untuk kerusakan hingga sampai berhenti beroperasi tidak ada, ya. Seluruh Lembaga penyalur berjalan seperti biasa, yang terkendala adalah suplai sehingga Pertamina mengambil skema alternatif dari FT dan IT lain yang bisa memasok,” ucap Riza, Kamis (30/5).
Ia memaparkan, di Sumbar terdapat sebanyak 128 unit SPBU Reguler. Kemudian juga ada 8 unit SPBU Kompak, dan ada 7 SPBU nelayan. Selain itu juga ada 367 unit Pertashop dan 1 unit modular.
“Pada saat kejadian bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi, beberapa wilayah tidak bisa dipasok dari Fuel Terminal Teluk Kabung karena jalan putus, sehingga diambil langkah alih suplai dari FT Siak dan dari beberapa Integrited Terminal (IT) lain di daerah terdekat,” ucapnya.
Riza menambahkan, terkait bencana banjir lahar dingin di sekitar Gunung Merapi, PERTAMINA turut berpartisipasi dalam penanganan pascabencana. Diantaranya melalui bantuan suplai BBM untuk peralatan berat, yang dialokasikan sesuai kebutuhan di lokasii. Selain itu juga ada bantuan untuk dapur umum dan warga terdampak. (vand)













