DHARMASRAYA, ONTIME.ID–Tepat diumur yang ke-18 tahun, Kabupaten Dharmasraya sudah berada pada posisi kabupaten yang maju.
Itu berkat perjuangan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan beserta stakeholder yang ada.Untuk menjadi kabupaten maju dari status berkembang, dilihat dari Indeks Desa Membangun (IDM) yang terus menunjukkan perkembangan.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan meraih prestasi itu, orang nomor satu di Dharmasraya itu harus pontang panting memutar otak dan bekerja demi merubah status wilayahnya. Dari posisi sangat tertinggal menjadi tertinggal dan menjadi mandiri.
Awal kepemimpinan Sutan Riska Tuanku Kerajaan, status desa atau nagari yang ada sangat jauh sekali. Bahkan 8 wilayah masuk pada kategori sangat tertinggal, 21 tertinggal dan 18 pada status berkembang dan hanya 5 yang berstatus maju.
Namun dengan usaha dan kerja keras Bupati bersama stakeholder, pada akhir 2021 berhasil meraih status maju, karena sudah ada nagari yang mandiri 5 wilayah, maju 20 wilayah, berkembang 24 dan hanya menyisakan 3 wilayah tertinggal.
“Oleh sebab itu secara keseluruhan, Dharmasraya masuk kategori maju dengan capaian angka rata-rata IDM mencapai 0,7135. Sebelumnya hanya 0,6953. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan diganjar penghargaan setelah mencapai status kabupaten maju,”ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hasto Kuncoro, Kamis (21/4).
Karena katanya, IDM merupakan indeks komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks yaitu ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi atau lingkungan. “IDM memotret perkembangan kemandirian desa berdasarkan implementasi UU Desa yang didukung dengan dana desa,” ucap Hasto.
Dalam pencapaian ini pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa partisipasi masyarakat desa dalam menjalankan program. Kelebihan dari Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga ketua APKASI itu adalah selalu mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah.
“Saya sadar, pemerintah akan bertepuk sebelah tangan apabila tidak ada dukungan dari masyarakat dalam menjalankan program program pembangunan, oleh sebab itu saya selalu mengajak masyarakat disetiap saya turun ke lapangan untuk selalu mendukung dan membantu pemerintah dalam menjalankan program program pembangunan. Negeri ini tidak akan berubah dengan begitu saja, tanpa adanya usaha dan kerja keras semua lini,”ujar bupati dua periode ini.
Suksesnya pembangunan fisik dan non fisik di Kabupaten Dharmasraya sangat dipengaruhi oleh kedekatan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dengan pemerintah pusat. Pengaruh lobi kepada pemerintah pusat tidak perlu lagi diragukan. Salah satu contoh keberhasilan lobi Sutan Riska adalah dipastikannya pembangunan pintu tol menuju Dharmasraya. Proyek besar tersebut sangat berpengaruh kepada potensi yang ada di Ranah Cati Nan Tigo. (adv)













