Padang

Patroli Humanis Ditlantas Polda Sumbar Jaga Lalu Lintas dan Tebar Empati

161
×

Patroli Humanis Ditlantas Polda Sumbar Jaga Lalu Lintas dan Tebar Empati

Sebarkan artikel ini
Ditlantas
Patroli Humanis Ditlantas Polda Sumbar Jaga Lalu Lintas dan Tebar Empati

PADANG, ONtime.ID — Ramadan selalu menghadirkan ritme berbeda di Ranah Minang. Aktivitas masyarakat di Kota Padang tidak surut meski waktu bergeser hingga jelang berbuka dan dini hari.

Di tengah mobilitas yang meningkat, kehadiran aparat kepolisian menjadi elemen penting dalam memastikan keamanan tetap terjaga tanpa mengesampingkan sisi kemanusiaan.

Momentum tersebut dimanfaatkan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat melalui dua program patroli bertajuk Jelbusa (Jelang Buka Puasa) dan Mashur (Makanan Sahur). Di bawah komando Reza Chairul Akbar Sidiq, jajaran Ditlantas tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.

[irp posts=”34186″ ]

Patroli Jelbusa digelar pada sore hari, saat mobilitas warga meningkat menjelang azan Magrib. Salah satu titik pelaksanaan berada di kawasan Simpang Pasar Pagi. Sejak pukul 16.30 WIB, personel Subdit Kamsel membagikan takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta pejalan kaki. Kegiatan ini menyasar warga yang masih berada di perjalanan agar dapat berbuka tepat waktu.

Menurut Reza, kehadiran anggota di lapangan bukan sekadar kegiatan simbolis. Ia menegaskan bahwa waktu menjelang berbuka merupakan periode rawan kepadatan lalu lintas dan potensi pelanggaran. Peningkatan volume kendaraan, parkir sembarangan, hingga pengendara yang terburu-buru kerap menjadi pemicu gangguan ketertiban.

“Pendekatan ini menyentuh dua aspek sekaligus: pencegahan gangguan keamanan dan wujud kepedulian sosial,” ujarnya dalam keterangan resmi.

[irp posts=”34183″ ]

Usai matahari terbenam, pengamanan tidak berhenti. Dini hari sekitar pukul 04.15 WIB, patroli Mashur diterjunkan. Tim piket Markas Komando yang dipimpin Iptu Jamalluddin menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Padang. Tujuh personel disiagakan untuk membagikan makanan sahur kepada warga yang membutuhkan, termasuk pekerja malam dan masyarakat berpenghasilan harian.

Selain berbagi makanan, patroli Mashur difokuskan pada pengawasan titik rawan balap liar dan potensi gangguan keamanan lainnya. Ramadan, menurut Reza, harus berlangsung dalam suasana kondusif tanpa diwarnai aktivitas yang meresahkan.

Petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas. Imbauan penggunaan helm berstandar nasional, kepatuhan terhadap rambu, serta larangan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis disampaikan secara persuasif.

[irp posts=”34170″ ]

Apresiasi terhadap langkah ini datang dari Polda Sumatera Barat. Kabid Humas Susmelawati Rosya menilai pendekatan humanis efektif memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

Ia menyebut Ramadan sebagai momentum membangun kepercayaan publik. “Ketika polisi hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat, stabilitas kamtibmas akan lebih mudah dijaga,” katanya.

Program Jelbusa dan Mashur menjadi representasi strategi adaptif kepolisian dalam membaca dinamika sosial selama Ramadan. Di satu sisi, pengawasan lalu lintas diperketat untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Di sisi lain, sentuhan sosial diperkuat untuk memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata.

Hingga mendekati Idul Fitri, patroli serupa direncanakan terus digelar di berbagai titik strategis di Kota Padang dan wilayah lain di Sumatera Barat. Ditlantas memastikan pengamanan berjalan optimal tanpa kehilangan pendekatan persuasif.

[irp posts=”34161″ ]

Ramadan tahun ini di Sumatera Barat bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga cerminan kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Di balik rompi keselamatan dan lampu rotator, terselip pesan tegas: keamanan dan kepedulian harus berjalan beriringan demi Sumbar yang aman, tertib, dan bermartabat. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID