Politik

Lima Bulan Pascabanjir, DPRD Sumbar Soroti Belum Ada Perbaikan Jembatan Anduriang

181
×

Lima Bulan Pascabanjir, DPRD Sumbar Soroti Belum Ada Perbaikan Jembatan Anduriang

Sebarkan artikel ini
Endarmy
Lima Bulan Pascabanjir, DPRD Sumbar Soroti Belum Ada Perbaikan Jembatan Anduriang

PADANG PARIAMAN, ONtime.ID — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Endarmy, menyoroti lambannya penanganan kerusakan Jembatan Anduriang di kawasan Kayu Tanam yang hingga kini belum juga diperbaiki, meski bencana banjir bandang telah berlalu selama lima bulan.

Menurut Endarmy, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena jembatan itu merupakan akses vital masyarakat yang menghubungkan Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam di Kabupaten Padang Pariaman.

“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebelum rusak, akses itu menjadi satu-satunya jalur utama warga dan pelajar di dua nagari,” kata Endarmy saat diwawancarai, Senin (11/5).

[irp posts=”36046″ ]

Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu mengungkapkan, hingga saat ini warga masih mengandalkan rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat, terutama ketika debit air meningkat dan arus sungai menjadi deras.

Ia menilai, lambannya penanganan infrastruktur pascabencana telah berdampak langsung terhadap aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses pendidikan hingga roda perekonomian warga setempat.

“Setiap hari masyarakat harus menghadapi risiko saat menyeberang. Ini tentu tidak bisa dibiarkan terlalu lama,” ujarnya.

Meski terdapat jalur alternatif, Endarmy menyebut akses tersebut memerlukan waktu tempuh lebih panjang karena jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.

[irp posts=”36042″ ]

“Akses lain ada, akan tetapi butuh waktu dan jaraknya lebih jauh,” tambahnya.

Dalam kondisi tersebut, Endarmy mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk mengatasi persoalan akses masyarakat. Ia mendorong pembangunan jembatan darurat sebagai solusi jangka pendek agar mobilitas warga dapat kembali berjalan normal sambil menunggu pembangunan permanen.

Menurutnya, keberadaan jembatan darurat sangat mendesak untuk mengurangi beban masyarakat yang selama berbulan-bulan harus menghadapi keterbatasan akses akibat rusaknya infrastruktur utama tersebut.

Selain pembangunan jembatan sementara, Endarmy juga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai guna mempercepat pemulihan kawasan terdampak banjir bandang dan longsor.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

[irp posts=”36037″ ]

“Pemulihan infrastruktur harus menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat tidak terus terganggu,” tegasnya.

Diketahui, Jembatan Anduriang mengalami rusak berat setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian realisasi perbaikan dari pemerintah. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID