LIMAPULUHKOTA, ONtime.ID — Bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, banyak menghancurkan infrastruktur, termasuk infra struktur pendidikan sekolah. Untuk itu, sesuai komitmen Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang , dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan kembali ditunjukkan melalui langkah konkret pemulihan sekolah terdampak bencana.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar lebih kurang Rp5,2 miliar guna memperbaiki sembilan sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tersebut.
Kebijakannya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal meskipun sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan karena terdampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

Bupati Safni menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh anak usia sekolah di Kabupaten Lima Puluh Kota berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berkomitmen untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan hak belajar hanya karena fasilitas sekolah rusak,” tegas Safni.
Pelaksanaan program perbaikan fasilitas pendidikan tersebut dipercayakan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan sekolah penerima bantuan dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak.

Meski demikian, Pemerintah Daerah tetap berupaya mencari berbagai sumber pendanaan tambahan guna mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan. Bupati, juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar kebutuhan pembangunan sekolah dapat terpenuhi dan tidak tertunda lama.
“Kami akan berupaya maksimal agar sekolah yang terdampak bencana segera kembali berfungsi dengan baik. Ke depan, pembangunan gedung sekolah juga diarahkan agar lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” ujar Safni.
Melalui alokasi anggaran lebih kurang Rp5,2 miliar tersebut, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan keseriusannya dalam menjaga mutu layanan pendidikan sekaligus memperkuat infrastruktur sekolah agar mampu mendukung proses belajar mengajar secara berkelanjutan di tengah tantangan kebencanaan yang dihadapi daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Antoni, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara terukur agar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal terhadap keberlangsungan proses pendidikan nantinya.
“Kesembilan sekolah penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan ditetapkan berdasarkan skala prioritas. Kami memastikan bantuan diberikan kepada sekolah yang membutuhkan penanganan segera agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Antoni kepada Media Ontime. Id, di ruangannya.
Lanjutnya, perhatian Bupati Safni terhadap sektor pendidikan terlihat dari dorongan yang kuat agar percepatan rehabilitasi sekolah dapat segera dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki sejumlah kawasan yang termasuk rawan bencana, ujar Antoni.

Selain itu, rehabilitasi bangunan yang rusak, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota juga menghadapi tantangan relokasi sekolah di Kecamatan Gunuang Omeh yang lahannya dinilai tidak lagi aman untuk digunakan.
“Ada sekolah yang harus direlokasi karena kondisi lahannya tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Tentu kebutuhan anggarannya lebih besar dibanding rehabilitasi biasa,” jelas Antoni. (Debe)













