Peristiwa

Terkait SandCone, Labor Pendamping Dari Dinas PUPR Sebut Itu Hanya Tespit, Belum Lagi SandCone

37
×

Terkait SandCone, Labor Pendamping Dari Dinas PUPR Sebut Itu Hanya Tespit, Belum Lagi SandCone

Sebarkan artikel ini
SandCone
Terkait SandCone, Labor Pendamping Dari Dinas PUPR Sebut Itu Hanya Tespit, Belum Lagi SandCone

TANAH DATAR, ONtime.ID — Sehubungan dengan pemberitaan media ini dengan judul :Pengaspalan Jalan A-la PT.ASP Di Tanah Datar, Penggunaan Material Disorot, Tim Labor dan Konsultan  Pengawas Bekerja Setengah Hati,dapat tanggapan dari petugas Labor Dinas PUPR-P kabupaten Tanah Datar, terkait adanya temuan SandCone yang hanya dilakukan sampai STA  200 dan tidak dilanjutkan ke STA berikutnya.

‎Ini disebabkan, karena sampling pada lebih kurang 9  titik pengukuran tidak ditemukan ketebalan yang hendak dicapai, sehingga pada STA 200 penggalian dientikan.

‎‎Demikian disampaikan Jacky Syahputra sebagai petugas Labor Dinas PUPR P Kabupaten Tanah Datar kepada ONtime.ID saat dikonfirmasi terkait terhentinya penggalian SandCone, Rabu (04/11).

‎‎Ditambahkan Jacky, bahwa yang dilakukan kemaren pada pekerjaan PT.ASP adalah Tespit bukan SandCone sebagaimana pemberitaan yang tayang hari ini, dan tespit ini dilakukan oleh tim Labor yang disediakan dari pihak perusahaan, sementara kehadiran Labor Dinas PUPR-P kabupaten hanya pendampingan saja.

‎‎Ditambahkan Jacky, kemaren pada ruas pengaspalan Sariak-Koto Niu telah dilakukan pengujian ketebalan agregat, dan telah dilakukan penggalian (Coordril) untuk pengambilan Sampling, dari beberapa titik yang dilakukan terdapat kekurangan ketebalan, untuk itu pihak pengawas akan kembali menambahkan lapisan tersebut.

‎‎Diketahui, PT.ASP sebagai pelaksana pekerjaan pengaspalan sebanyak 7 (tujuh) ruas dengan satu kontrak pada bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar tengah  melangsungkan pekerjaan berkontrak-nya, terdapat pada ruas lain bahwa pihak Pelaksanabtelah menyelesaikan pekerjaan, namun masih ada pada ruas lain pada tahap pelapisan agregat serta adanya pekerjaan pemasangan batu (Dam pengaman).

‎‎Hal ini terpantau pada ruas Sariak-Koto Niu Nagari Tanjung Bonai, dan ruas Patar Nagari Batu Bulek -Kayu Marantiang Nagari Tanjung Bonai, yang saat ini baru sebatas pekerjaan pemasangan batu bahu jalan dan sebagian kecil pembentukan permukaan badan jalan.

‎‎Sebagaimana pemberitaan terdahulu, bahwa Selasa (03/11), Investigator ONtime.ID menemui dilapangan pada ruas Patar -Kayu Marantiang, pihak pelaksana melalui SubKont pelaksana pekerjaan Pasangan Batu menggunakan material pasir putih serta batuboecah yang tidak direkomendasikan untuk pekerjaan konstruksi.

‎‎Dalam pantauan ONtime.ID, ditemukan pada  item pekerjaan pasangan batu pada ruas tersebut pihak pekerjaan (SubKont) memanfaatkan material pasir putih yang tidak direkomendasikan secara Tekhnis, termasuk penggunaan material batu pecah yang tidak punya permukaan yang kasar dan berpori-pori.

‎‎Salah seorang pekerja di lapangan kepada ONtime.ID menyampaikan, bahwa pasir putih ini didatangkan dari saluran batang sinamar Kalo-kalo (Jorong Mawar, nagari Lubuk Jantan), pasir ini tidak baik untuk pekerjaan pasangan batu.

‎‎Faktanya pihak SubKont mendatangkan pasir ini ke lokasi, selain tidak bermutu, juga akan banyak sedot bahan semen (kapur) untuk pasangan, begitu juga halnya Batu Pecah, yang semua permukaannya terlihat licin dan halus, berpotensi tidak akan terjadi rekatan senyawa yang mengikat  erat sesama material lainnya, ungkap pekerja di lapangan.

‎‎Tidak hanya dalam pekerjaan SubKont dengan penggunaan material yang tidak direkomendasikan secara tekhnik, pekerjaan Rekonstruksi Jalan dengan sumber dana Transfer ke Daerah (TKD Paket II) ini juga terlihat dalam item pengaspalan juga terindikasi tidak maksimal dan hasilnya tentu saja tidak memuaskan.

‎‎Saat media ini mencoba konfirmasi via Chat dengan pelaksana lapangan dari perusahaan PT.ASP, Beni Rahman terkait penggunaan material pasir putih,  pihak perusahaan hanya mengucapkan terima kasih dan tidak memberikan keterangan terkait penggunaan material pasir putih dan batu pecah yang tidak kasat permukaan.namun saat berita ini ditayangkan.

‎‎Terlihat pada papan informasi proyek milik perusahaan PT.ASP, bahwa Paket Rekonstruksi Jalan dengan sumber dana TKD ini (Paket II) terdiri dari Ruas Tanjung Bonai- Ranah Kodok, ruas Ranah Batu-Simpang Brunai, Ranah Kodok, ruas Simpang III Kajai-Sawah Gadang, Lanjutan Pengaspalan SMPN1 -Kantor Walinagari Lubuk Jantan, Simpang Patar-Kayu Marantiang, dan simpang Sariak -Koto Niu.

‎‎Pekerjaan dengan Nomor Kontrak 03/Rekon-jalan TKD P.1/BM-PUPR/2026 akan dilaksanakan selama 105 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp. 5.931.765.000 dan Pelaksana PT.ASP.

‎Analisa tim Investigator dari ONtime.ID usai melakukan investigasi ke 3 lokasi pengerajaan,  bahwa terhadap rekanan pelaksana inclaude SubKont dan konsultan pengawas sekalipun, harus dilakukan pengawasan plus pemantauan  secara penuh dan intensif yang lebih ketat. [TIM]