Padang Panjang

Padang Panjang Sukses Helat Pacu Kuda Terbesar di Sumbar

549
×

Padang Panjang Sukses Helat Pacu Kuda Terbesar di Sumbar

Sebarkan artikel ini
padang
Fadly Amran saat menyerahkan hadiah juara 1 kelas Derby kepada Alex Grand Azizi

PADANG PANJANG, ONTIME.ID — Kota Padang Panjang berhasil menggelar perhelatan akbar Pacu Kuda Alek Anak Nagari Padang Panjang, Batipuah, X Koto (Pabasko) di Gelanggang Pacuan Bancalaweh, Minggu (26/6).

Alek pacu kuda itu disebut-sebut menjadi alek pacu terbesar di Sumatra Barat.

 

Tak hanya sekedar Pacu Kuda, kekentalan adat dan budaya Minangkabau juga dijunjung tinggi dalam iven yang dihadiri pilihan ribu masyarakat yang didominasi oleh masyarakat Pabasko itu.

 

Sebanyak 12 race diperlombakan yang diikuti 10 kontigen dengan jumlah 52 kuda yang berpacu. Mereka berasal dari Padang Panjang, Padang, Bukittinggi, Payakakumbuh, Sawahlunto, dan Tanah Datar. Acara dibuka gubernur Sumbar diwakili Kadis Pariwisata Sumbar, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si.

 

“Alek Gadang” ini diawali dengan prosesi arak-arakan Kuda Bogi yang ditumpangi Wali Kota, H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano beserta ninik mamak  23 nagari, menuju Gelanggang Bancalaweh. Iring-iringan dimulai dari rumah dinas wali kota.

 

Wako Fadly dan ninik mamak saat itu terlihat nengenakan pakaian adat baju datuk berwarna hitam. Pemandangan ini terkesan kembali ke masa lalu, menandai kecintaan terhadap budaya dan adat istiadat di Pabasko.

 

Tampak hadir, Wakil Wali Kota Drs.Asrul, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM Sumbar) Sumatera Barat, Dr. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Nan Sati, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Imbral, S.E, Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

 

Luhur Budianda mengapresiasi Pemko dan panitia kegiatan atas terlaksananya Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko ini. “Harapannya bisa menjadi kalender event pariwisata kota yang bisa dimasukkan ke dalam kalender event Sumbar dan nasional,” ujarnya.

 

Wako Fadly dalam sambutannya meyakini  terdapat dampak positif dari penyelenggaraan “alek pacu kudo” ini.

 

“Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, kami berharap mampu meningkatkan ekonomi peternak kuda khususnya, dan menggairahkan ekonomi masyarakat Padang Panjang, Batipuah, X Koto umumnya,” ujarnya.

 

Di samping itu, kata Fadly, mampu memunculkan kuda-kuda berkualitas yang bisa bersaing di iven-iven pacu kuda regional maupun nasional.

 

“Acara ini sekaligus memperkenalkan atraksi budaya daerah khususnya kepada anak-anak kita. Sehingga memperkaya khazanah dan kecintaan mereka terhadap budaya Minangkabau yang tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan,” sebutnya.

 

Sementara itu, Fauzi Bahar memuji  kekompakan nagari –nagari di Pabasko. “Luar biasa, meski secara administratif terpisah, tapi negeri ini kompak,” katanya.