JAKARTA, ONTIME.ID — Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar acara wisuda untuk 1.254 wisudawan dalam acara wisdua ke-127 di Auditorium UNP Minggu (3/7).
Dalam acara wisuda kali ini UNP juga mengundang Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Doktor Ilmu Pertahanan dan Geopolitik, Hasto Kristiyanto. Hasto sendiri menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul “Eksistensi Pemikiran Geopolitik Soekarno untuk Ketahanan Nasional”.
Acara itu juga turut hadir Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dan Ketua DPD PDIP Sumbar, Alex Indra Lukman.
Gubernur Mahyeldi mengapresiasi kehadiran Hasto di acara wisuda, dimana salah satu dari wusudawan adalah putrinya sendiri. “Kehadiran Pak Hasto ini menghadirkan sebuah spirit. Semoga dengan orasi ini akan mengembangkan pola pikir, kreativitas, inovasi, rasional dan obyektif khususnya bagi kita yang hadir di sini (UNP, red),” tambah Mahyeldi.
Mahyeldi juga menekankan kuatnya hubungan batin Bung Karno dengan Sumbar. Misalnya, orang di sekeliling Soekarno adalah berasal dari Minang, dari Hatta, Yamin, Sjahrir, hingga Hamka. “Selain itu yang paling dekat itu, bagi kami di Sumbar Bung Karno adalah urang sumando Minang,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Rektor UNP, Prof Ganefri, mengatakan, generasi muda saat ini membutuhkan adaptasi dan transformasi seiring dengan perkembangan global, tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur bangsa yang dipegang teguh. Para wisudawan harus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan nasional. Sesuai dengan pandangan Bung Karno.
Ganefri menjelaskan bahwa ketahanan suatu bangsa haruslah dipupuk dari tiga hal. Yaitu ketahanan politik, ketahanan ekonomi, dan ketahanan militer. Ketiga hal tersebut hendaklah diinternalisasi secara mendalam, terutama pada proses pendidikan, baik pada jenjang dasar hingga pendidikan tinggi.
Ganefri juga menekankan penyelarasan nilai-nilai Pancasila pada pendidikan akan mampu memberikan unsur penting ketahanan nasional, melalui warisan budaya dan kearifan lokal. Nilai moral nusantara yang luhur, akan menjadi jiwa bangsa dan pada akhirnya akan membentuk karakter, persatuan dan kesatuan.













