Dengan agregat skor sementara 1-1, kedua tim tentu akan berusaha mati-matian untuk merebut kemenangan di pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions ini. Juventus jelas lebih diuntungkan sebagai tuan rumah, tapi Villarreal juga bukan tim yang mudah ditumbangkan.
Data statistik di sepanjang gelaran UCL musim ini menunjukkan Juventus lebih sering memainkan skema operan pendek. Namun, Si Nyonya Tua juga tidak jarang mengirimkan umpan-umpan silang menuju penyerang tengah. Di setiap pertandingan UCL 2021-2022, pasukan Massimiliano Allegri rerata mampu mengirimkan 34 crossing. Skema ini terbilang efektif, terutama setelah Juventus kedatangan striker baru, Dusan Vlahovic.
Performa Vlahovic saat duel udara cukup bagus musim ini. Sejak memulai debut di Serie A Italia bersama Juventus awal Februari 2022 lalu, penyerang 22 tahun itu mencatatkan rasio kemenangan duel udara mencapai 2,2 per laga. Selain itu, Massimiliano Allegri juga memanfaatkan kecepatan para penyerangnya saat mendorong skuad Juventus mengandalkan umpan-umpan terobosan.
Dalam skema ini, penyerang yang paling layak diandalkan ialah Paulo Dybala. Sayangnya, ia tidak bisa tampil saat laga kontra Villareal. Kendati begitu, Juventus masih punya sederet pemain yang andal untuk urusan umpan terobosan. Alvaro Morata dan Manuel Locatelli kerap menerapkan skema operan ini. Rasio keberhasilannya di ajang UCL juga cukup tinggi, yakni mencapai 0,3 per laga.
Di kubu seberang, Villarreal tercatat lebih sering memanfaatkan serangan dari sisi sayap, terutama sebelah kanan. Di sayap kanan, Yellow Submarine memiliki Serge Aurier dan pemain muda Yeremi Pino. Sementara Juve lebih mahir bermain dengan operan pendek, Villarreal justru kebalikannya. Angka rata-rata short pass per game milik Villareal hanya 912 per laga, jauh lebih rendah dibanding Juve yang membukukan 1.080 passing per pertandingan. Tim berjuluk Kapal Selam Kuning tersebut lebih sering menyerang dengan umpan-umpan panjang, crossing, dan umpan terobosan. Strategi ini terbilang cukup ampuh bagi Villarreal.
Buktinya, Villarreal mampu menciptakan 13 gol dalam 7 laga UCL yang mereka mainkan di musim ini. Rasio tembakan Raul Albioll dan kawan-kawan memang tidak terlalu banyak, hanya mencapai 12,3 per laga. Namun, persentase keberhasilannya menyentuh angka 15 persen.
Juventus dipastikan harus bermain tanpa sejumlah pemain andalannya yang harus menepi karena masih cedera. Massimiliano Allegri tidak bisa memainkan Paulo Dybala, Weston McKennie, Federico Chiesa, dan Denis Zakaria. Duet Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci juga tidak bisa diturunkan. Di kubu Villarreal, sejumlah pemain juga masih dibekap cedera. Juan Foyth, Etienne Capoue, Raul Albiol, dan Gerard Moreno diragukan bisa tampil. Sementara itu, Alberto Moreno sudah dipastikan tidak bisa tampil lantaran masalah kebugaran fisik. (/*)













