Kesehatan

Stroke Penyebab Kecacatan Tertinggi

488
×

Stroke Penyebab Kecacatan Tertinggi

Sebarkan artikel ini
kecacatan
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit stroke kepada pasien dan keluarga di ruang tunggu RSUP Dr. M. Djamil, Jumat, (28/10).

PADANG, ONTIME.ID – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, stroke merupakan penyakit dengan angka kecacatan nomor satu dan kematian nomor dua diseluruh dunia.

 

Khusus di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebutkan 3 dari 1.000 orang berisiko mengalami stroke setiap tahunnya dengan 15 persen penderita stroke berisiko meninggal dan 65 persen lainnya mengalami kecacatan.

 

Hal ini dikatakan Ketua Departemen Neurologi RSUP Dr. M. Djamil Padang, Yuliarni Syafrita saat penyuluhan kesehatan tentang penyakit stroke kepada pasien dan keluarga di ruang tunggu RSUP Dr. M. Djamil, Jumat, (28/10).

 

 

Penyuluhan dengan nara sumber dokter spesialis saraf dr. Reno Bestari, Sp. N ini dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2022 atau World Stroke Day 2022 pada tanggal 29 Oktober 2022.

 

Yuliarni Syafrita mengakan penyuluhan ini bertujuan untuk mengampanyekan kesadaran dan pentingnya pengobatan tentang penyakit stroke.

 

Lebih jauh dijelaskan, stroke dapat timbul jika aliran darah ke otak mengalami gangguan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga oksigen di dalam tubuh tidak bisa tersalurkan dengan baik. Akibatnya fungsi otak menjadi terganggu, termasuk kemampuan untuk berpikir dan juga sistem motorik.

 

Tema stroke yang diusung tahun ini adalah The Power of Saving, Precious Time, ditujukkan dengan mengenali tanda-tanda awal stroke dan bertindak cepat setelah seseorang mengalami stroke.

 

“Sebab, keuntungan jika ditangani cepat, risiko kecacatan dan kematian yang timbul dapat dihindari. Setiap detik yang berjalan merupakan waktu yang sangat penting. Jika tidak mendapatkan pertolongan yang seharusnya, jaringan otak dan jutaan sel-sel otak perlahan akan melemah dan dampaknya akan sangat fatal dalam jangka panjang,” ucapnya.

 

Sementara itu, dalam paparannya, dr. Reno Bestari, menyampaikan stroke dapat diantisipasi jika tanda dan gejala awalnya sudah diketahui.

Ia menjelaskan mengenali tanda dan gejala awal stroke atau disingkat FAST.

 

“Pertama Face Dropping (wajah terkulai), adalah kondisi otot sebelah sisi wajah melemah yang menyebabkan wajah terlihat tidak simetris. Kedua Arm Weakness (lengan melemah), ditandai dengan otot tangan terasa berat dan sulit untuk digerakkan.

 

Ketiga, Speech Difficulties (kesulitan berbicara), ditandai dengan berbicara pelo akibat kelumpuhan pada otot lidah. Keempat, Time to Call (segera hubungi Rumah Sakit), jika seluruh tanda atau gejala awal sudah terlihat, segera hubungi pihak medis untuk mendapatkan pertolongan,” tuturnya.

 

Penyakit stroke , sambungnya dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang akan meningkatnya terjadinya stroke seperti merokok, kendalikan obesitas dan kontrol tekanan darah dan gula darah.

 

Agar terhindar dari penyakit stroke, dr. Reno Bestari mengimbau untuk dapat aktif secara fisik, berolahraga secara teratur, dan mengkonsumsi makanan rendah lemak, rendah garam serta tinggi serat.

 

“Dengan adanya peringatan Hari Stroke Sedunia, diharapakan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ancaman penyakit stroke dan dapat melakukan pertolongan dengan tepat waktu sehingga penyakit gejala penyakit yang timbul dapat dicegah,” katanya.