Padang

GNI, BPBD Padang dan Basarnas Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Banjir

245
×

GNI, BPBD Padang dan Basarnas Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Banjir

Sebarkan artikel ini
BPBD
Gugah Nurani Indonesia (GNI) Padang bersama fasilitator adaptasi perubahan Iklim mengadakan simulasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi banjir yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kamis (1/12/2022).

PADANG, ONTIME.ID–Gugah Nurani Indonesia (GNI) Padang bersama fasilitator adaptasi perubahan Iklim mengadakan simulasi kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi banjir yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kamis (1/12/2022).

 

Pelaksanaan acara ini melibatkan berbagai unsur seperti Kelurahan, Kecamatan, BPBD, SAR Padang, Tagana, Dinas Sosial, Kepolisian, Tentara, dan Dinas Kesehatan.

 

Program Manager GNI Padang, Rinawati mengatakan gerakan ini sebagai bentuk program kerja GNI Padang dalam menghadapi bencana banjir yang sering terjadi di Kota Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir korban potensi bencana sehingga masyarakat bisa mengambil sikap siaga.

 

“Pada Maret 2022, GNI Padang memiliki program edukasi siap siaga bencana yang diberikan kepada masyarakat, ini untuk mengurangi korban potensi bencana dan sebagai edukasi bagi masyarakat,” ucapnya.

 

Dikatakan Rinawati, program ini dijalankan di dua kelurahan di Kota Padang yakni Kelurahan Pasia Nan Tigo dan Kelurahan Padang Sarai. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut berada di daerah pesisir pantai yang dominan terhadap perubahan iklim.

 

“Hari ini kami mengadakan edukasi bagi masyarakat Pasia Nan Tigo, minggu depan kami adakan untuk masyarakat Padang Sarai,” terangnya.

 

Dijelaskan Rinawati, dalam pelaksanaan edukasi, tidak hanya ditujukan pada cara menghadapi bencana banjir, tetapi juga potensi bencana lain yang bisa saja terjadi seperti ombak tinggi, dan puting beliung.

 

“Karena daerah pesisir pantai memang agak signifikan terhadap potensi bencana, maka kita berikan edukasi, seperti kalau banjir langsung menuju dataran yang lebih tinggi, kalau pasang laut bisa mencari lokasi aman, salah satunya Kampus UMSB ini,” ujarnya

 

Lebih lanjut, Rinawati menjelaskan program ini sudah diberikan kepada masyarakat secara teoritis. Namun menyikapi bencana perlu pelatihan dengan aksi nyata di lapangan.

 

“Kita targetkan 300 orang yang berpartisipasi baik dari masyarakat, pihak kampus, dan stackeholder, Alhamdulillah semuanya antusias dalam edukasi ini,” terangnya.

 

Rinawati berharap kepada masyarakat yang sudah mengikuti edukasi ini untuk memberikan edukasi bagi masyarakat di sekitar rumah khususnya pihak keluarga agar mengetahui langkah yang diambil jika menghadapi bencana.

 

“Karena yang ikut hanya 300 masyarakat jadi harapan kita agar mereka yang ikut bisa mengedukasi warga di sekitar rumah serta pihak keluarganya,” ucapnya.

 

Selain itu, Rinawati menghimbau masyarakat jika terjadi bencana agar masyarakat mempraktekkan kesiapsiagaan yang sudah dipelajari. Begitu juga dengan stackeholder terkait yang siap mengambil peran menghadapi bencana.

 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Basril sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan di dua kelurahan. Menurutnya edukasi dapat menjadi acuan menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

 

“Kami sangat mendukung dan apresiasi edukasi bencana ini, sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri dan tim dari bencana,” ucapnya.

 

Basril menjelaskan dalam edukasi dijelaskan bagaimana cara menyelamatkan diri dari tempat rawan menuju tempat aman, cara mengunakan perahu karet, serta menyelamatkan korban yang pingsan, bayi, maupun orang tua.

 

“Kita harap kecamatan lain di Kota Padang berantusias dan memberi edukasi ke masyarakat dalam mempelajari cara manajemen penanggulangan bencana jika terjadi di daerah mereka,” tutupnya.

 

Selain itu, Perwakilan Basarnas, Reno menjelaskan dalam kegiatan edukasi dijelaskan teknik pengunaan alat dan evakuasi ke masyarakat. Hal ini berguna agar masyarakat paham tindakan yang dilakukan jika menghadapi bencana.

 

“Tadi kita lakukan perkenalan alat dan teknik evakuasi, kita jelaskan fungsi masing-masing alat dan bagaimana pemakainnya, seperti pengunaan perahu karet, pendayung, LCR,” ujarnya.

 

Kepala Camat Koto Tangah, Damarlis juga mengapresiasi acara edukasi bencana. Menurutnya acara ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk menghadapi bencana hidrometeorologi  yang tidak bisa diprediksi.

 

“Kami sangat apresiasi karena ini memberikan pelajaran bagus sehingga masyarakat tahu langkah dan tindakan yang dilakukan kalau bencana datang,” ucapnya.

 

Damarlis mengatakan terdapat beberapa titik bencana di Kecamatan Koto Tangah seperti daerah Pasia Nan Tigo, Dadok Tunggul Hitam, Balai Gadang, Batipuh Panjang, Aia Pacah yang terdampak bencana banjir, angin puting beliung, dan longsor.

 

“Koto Tangah ini diberi gelar daerah tangguh bencana sehingga harapan kita adanya pelatihan ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat dalam menyikapi terjadinya bencana hidrometeorologi,” tuturnya.

 

Selain itu Damarlis menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah melalukan pelatihan evakuasi bencana di setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Koto Tangah oleh BPBD Kota Padang.

 

“Kita lakukan pelatihan bersama BPBD Padang di setiap kelurahan, ada yang sudah selesai dan ada yang masih berlangsung, harapan kita sama, agar warga paham sikap dalam menghadapi bencana,” tutupnya.(*/red)