Padang

Aksi Mogok Massal Lumpuhkan Transpadang Koridor 2, Gaji Awak Bus Tiga Bulan Tertunggak

140
×

Aksi Mogok Massal Lumpuhkan Transpadang Koridor 2, Gaji Awak Bus Tiga Bulan Tertunggak

Sebarkan artikel ini
Transpadang
Aksi Mogok Massal Lumpuhkan Transpadang Koridor 2, Gaji Awak Bus Tiga Bulan Tertunggak

PADANG, ONtime.ID — Layanan Bus Transpadang koridor 2 jurusan Pasaraya-Bungus Teluk Kabung lumpuh total hari ini akibat aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para sopir dan karyawan. Aksi ini dipicu oleh keterlambatan pembayaran gaji selama tiga bulan terakhir.

Menurut laporan tim lapangan kami, para awak bus Transpadang koridor 2 mengaku belum menerima gaji sejak awal Oktober 2025. Salah seorang sopir mengungkapkan, “Kami dijanjikan pinjaman sebesar 2 juta pada awal Oktober, namun gaji bulan November dan Desember hingga saat ini belum kami terima.”

Para sopir menyatakan bahwa mereka tetap bekerja penuh, melayani penumpang sesuai rute yang ditentukan, meski tanpa kepastian kapan upah mereka akan dibayarkan. “Kami diminta profesional, tapi hak kami diabaikan,” keluh seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.

Direktur Utama PT Bungus Teluk Kabung, Ajeng, saat dikonfirmasi membenarkan adanya tuntutan pembayaran gaji dari para sopir. “Mereka meminta agar gaji mereka dibayarkan terlebih dahulu, baru mereka bersedia bekerja kembali,” ujarnya.

Aksi mogok ini berdampak langsung pada para penumpang. Heru, seorang petugas kebersihan yang menunggu di halte sejak pukul 06.30 WIB, mengaku tidak mengetahui adanya mogok kerja ini. “Saya sudah menunggu lama, bisa-bisa saya terlambat masuk kerja,” ujarnya dengan nada kecewa.

Upaya konfirmasi dari pihak media kepada Kepala Dinas Perhubungan, Ances Kurniawan, belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan. Hal yang sama juga terjadi pada Direktur Utama Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM), Alvino Martha, yang belum memberikan jawaban atas pesan konfirmasi yang dikirimkan.

Aksi mogok ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengelolaan keuangan dan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan di tubuh Transpadang. Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini agar layanan transportasi publik kembali normal. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID