PADANG, ONTIME.ID — Bank Nagari memberikan bantuan sebesar Rp251 juta untuk korban bencana banjir lahar dingin (galodo) dan longsor yang terjadi di Agam, Padang Panjang dan Tanah Datar, Jumat (17/5).
Bantuan tersebut diantaranya sebanyak Rp201 juta dari karyawan/ti serta direksi dan komisaris Bank Nagari serta Rp50 juta lagi dari Program Bank Nagari Peduli.
Bantuan disalurkan melalui Pemprov Sumbar yang diserahkan langsung oleh Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rudy Rinaldy di Istana Gubernuran Sumbar.
Ikut hadir Pjs Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Zilfa Efrizon, Pemimpin Divisi Human Capital Dedi Indra, Pemimpin Divisi Audit Internal Sukardi, Pemimpin Divisi Pemasaran Syafrizal CH dan Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama Roni Edrian.
Gusti Candra mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Nagari terhadap korban bencana banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di Sumbar pada tanggal 11 Mei lalu.
Sebelum ini, Bank Nagari dari berbagai kantor cabangnya di Sumbar juga sudah menyerahkan bantuan berupa sembako, air mineral dan selimut, pada tanggal 12 dan 13 Mei ke lokasi terdampak bencana.
“Juga ada bantuan dari Dana Pensiun Bank Nagari. Semuanya terlibat. Bantuan disalurkan sesuai dengan kebutuhan korban di lapangan. Apa yang paling mendesak dibutuhkan korban bencana maka kita penuhi,” ujar Gusti Candra.
Pada saat bersamaan, Gusti Candra yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Sumbar juga menyerahkan bantuan dari FK-IJK Sumbar senilai Rp837.900.000.
Ia didampingi Deputi Pemimpin Bank Indonesia Wilayah Sumbar Dandy Indarto Seno, dan Pembina FK-IJK Sumbar yang juga Kepala OJK Perwakilan Sumbar Guntar Kumala serta BMPD Sumbar.
Guntar Kumala mengatakan dari 28 anggota FK-IJK Sumbar hampir seluruhnya ikut berpartisipasi dalam membantu korban bencana galodo dan longsor di Sumbar.
“Tak perlu butuh waktu lama, hanya dalam waktu empat hari saja, FK-IJK Sumbar berhasil mengumpulkan bantuan bencana ratusan juta,” katanya.
Dari jumlah total Rp837.900.000 tersebut, Dandy Indarto Seno mengatakan, Bank Indonesia menyumbang Rp300 juta yang berasal dari dana sosial bank sentral tersebut.
“Kami melihat dulu kebutuhan di lokasi bencana. Nanti bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana sehingga lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Dandy.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengapresiasi kepedulian Bank Nagari, BUMN, dan perusahaan-perusahan serta masyarakat Sumbar serta perantau membantu korban bencana. Dengan kepedulian yang cukup besar ini keperluan korban bencana dapat terakomodir.
Mahyeldi menegaskan, meski Sumbar dilanda bencana banjir, banjir, bandang, banjir lahar dingin dan longsor, namun, Pemprov Sumbar tidak mau berlama-lama dalam kondisi darurat. “Kita ingin cepat pulih. Kita telah siapkan langkah-langkah recovery nantinya. Kita siap membangun rumah warga yang hancur akibat terjangan banjir bandang dan banjir lahar dingin,” katanya.
Ia sudah meminta bupati hingga wali nagari untuk mendata kembali. “Yang punya tanah,akan langsung dibangunkan rumah dengan sistem bongkar pasang. Ada 200 unit rumah yang siap dipasangkan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga menyampaikan, potensi banjir bandang, banjir lahar dingin dan longsor masih ada. Dengan bantuan BNPB dan BMKG, Pemprov Sumbar sudah memetakan mana daerah yang berpotensi bencana tersebut. Bahkan, saat ini masih ada 1 juta meter kubik material longsoran di atas Gunung Marapi.
“Jika ada letusan Gunung Marapi maka langsung kita carikan lokasi aman untuk warga. Kita tidak ingin lagi ketika terjadi bencana jatuh korban lagi,” tuturnya. (vand)













