PADANG, ONTIME.ID- Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima kunjungan BK DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (20/6) di ruang BK Kantor DPRD Sumbar.
Kunjungan BK DPRD Kutai Kartanegara ke DPRD Sumbar dipimpin oleh Ketua, Abdul Wahab Arief beserta rombongan yaitu Aini Faridah, Safarudin Pabonglean, dan Muhammad Ego. Kedatangan BK Kutai Kartanegara diterima oleh Tim Tenaga Ahli (TA-BK) DPRD Sumbar Vino Oktara.
Saat kunjungan ini Ketua BK Kutai Abdul Wahab Arief bertukar pendapat dengan BK DPRD Sumbar, tentang bagaimana caranya jika Anggota DPRD melanggar kode etik agar tidak terjadi konflik internal dalam Anggota DPRD baik saat sidang maupun diluar sidang serta bagaimana cara penanganannya.
“Kami dari BK DPRD Kutai Kartanegara Kaltim ingin bertukar pendapat dan masukan dengan BK DPRD Sumbar ini bagaimana jika anggota DPRD melanggar kode etik,” ungkap Abdul Wahab Ketua BK DPRD Kutai.
Tim Tenaga Ahli BK DPRD Sumbar Vino Oktara menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada di DPRD Sumbar yang melanggar kode etik.
Namun jika ada yang melanggar baik disaat persidangan seperti tidak hadir lima kali berturut-turut maka akan di laporkan ke fraksi masing-masing. Persidangan akan tetap berjalan jika kehadiran lebih dari 40 persen.
“Jika Anggota DPRD melanggar kode etik, maka kami akan segera menyampaikan ke fraksi masing-masing”, ungkap Vino.
Vino juga menambahkan bahwa di DPRD sumbar ini dalam membuat aturan serta kode etik harus sesuai dekat falsafah Minang yaitu Adat basabdi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah atau lebih dikenal (ASB-SBK). (vand)













