Ekonomi

BRI Raup Laba Bersih Rp15,56 Triliun

208
×

BRI Raup Laba Bersih Rp15,56 Triliun

Sebarkan artikel ini
Laba
BRI Raup Laba Bersih Rp15,56 Triliun

JAKARTA, ONTIME.ID–PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI) berhasil meraup laba bersih secara konsolidasian sebesar Rp15,56 triliun di kuartal I-2023.

Nilai ini tumbuh sebesar 27,37 persen secara tahunan. Aset BRI Group pun tumbuh 10,46 persen secara tahunan menjadi Rp1.822,97 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, kinerja positif ini tak lepas dari komitmen BRI untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus di segmen UMKM yang telah menjadi pondasi pertumbuhan bisnis perusahaan selama lebih dari 127 tahun.

“Dari sisi penyaluran kredit, seluruh segmen kredit BRI tercatat tumbuh positif, dengan kontributor utama di segmen mikro yang tumbuh 11,18 persen, sehingga total kredit dan pembiayaan BRI Group menjadi sebesar Rp 1.180,12 triliun.

Khusus untuk segmen UMKM porsinya telah mencapai 83,86 persen dari total kredit BRI atau setara dengan Rp989,64 triliun,” ujarnya dalam paparan kinerja BRI Kuartal I 2023, Kamis (27/4).

Sunarso melanjutkan, rasio non performing loan (NPL) BRI pada akhir kuartal I 2023 sebesar 2,86 persen, membaik jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,09 persen.

Menurutnya, ini membuat credit cost BRI membaik, dari semula 2,78 persen pada kuartal I 2022 menjadi 2,39 persen pada akhir kuartal I 2023.

“Meskipun kualitas kredit membaik, BRI tetap menyediakan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage mencapai 282,49 persen. Hal ini merupakan langkah antisipatif dan upaya mitigasi risiko menghadapi ketidakpastian perekonomian global, kenaikan inflasi dan suku bunga, dan perlambatan ekonomi dunia,” terangnya.

Sunarso menuturkan, dari sisi pendanaan BRI mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.255,45 triliun atau tumbuh 11,45 persen secara tahunan dengan penopang utama pertumbuhan dana murah atau CASA yang tumbuh 13,01 persen yoy menjadi Rp810,09 triliun.

Dia bilang, BRI fokus mengakselerasi kemampuan dalam menghimpun dana murah tersebut sehingga membuat rasio CASA meningkat menjadi 64,53 persen, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 63,63 persen.

“Peningkatan CASA tersebut didukung oleh strategi BRI dalam meningkatkan transaksi nasabah di segmen mikro, ritel maupun wholesale,” tandasnya. (vand)