Kab. Pesisir Selatan

Butuh Rp156,63 Miliar untuk Membangun Sarana  dan Prasarana Umum

341
×

Butuh Rp156,63 Miliar untuk Membangun Sarana  dan Prasarana Umum

Sebarkan artikel ini

PAINAN, ONTIME.ID–Bupati Rusma Yul Anwar optimis bisa mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat di daerah yang saat ini, sedang dipimpinnya bersama dengan Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah.

” Ya, kami berdua akan bahu membahu bekerja siang dan malam untuk mewujudkan pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan pengadaan air minum hinga kepelosok kampung untuk kesejahahteraan bagi seluruh mayarakat kita. Caranya adalah dengan melakukan pembangunan merata disegala bidang dan sektor lainnya,” kata Rusma Yul Anwar didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Selatan Devitra S, ST.,MM., kemarin.

Adapun total anggaran untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada Tahun 2022 sebesar Rp156,63 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Umum  (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). “Tiga prioritas pembangunan berupa peningkatan infrasruktur menunjang kualitas pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan,”ujarnya.

Dijelaskan Rusma Yul Anwar, pembangunan diawali dengan perencanaan yang harus sesuai dengan visi dan misi kepala daerah. Untuk itu kepala perangkat daerah di bawah koordinasi Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan bersama dengan BapedaLitbang, bekerja sama menyusun program kegiatan harus menyesuaikan dan selaraskan dengan dengan visi dan misi kepala daerah. Namun lanjutnya, karena dana pembangunan yang terbatas, setiap usulan dan aspirasi dari masyarakat itu harus diseleksi berdasarkan skala prioritas.

“ Sekarang kita harus fokus membangun daerah sesuai dengan visi dan misi bupati. Kita tinggalkan itu semua perbedaan. Mari kita bahu membahu membangun daerah. Kita juga berharap dukungan dari semua elemen masyarakat dalam menjalankan amanah ini,” ucapnya.

Masih menurut bupati dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan dari pembangunan didaerah ini. Tapa dukungan itu, tidak akan ada artinya apa yang sudah dikerjakan tersebut.

Sementara itu Devitra mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mempercepat pemerataan di Pesisir Selatan. “Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan didukung Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Pusat terus berupaya untuk mempercepat pemerataan pembangunan dari pelosok kampung, nagari, kecamatan hinga pusat ibu kota kabupaten,”katanya.

 

 

Bina Marga Mendapatkan Alokasi Dana Sebesar Rp104,6 Miliar

Sekretaris Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Selatan Syahriwan  mengatakan dari Rp156,63 miliar anggaran Dinas PTUR  untuk bidang kecipta karyaan bidang air mimum  dianggarkan Rp7,012 miliar, Bidang Sanitasi Rp9,970 miliar, bidang tata ruang sebesar Rp897 juta, sedangkan untuk kegiatan pengelolaan sumber daya air pemerintah sebesar Rp19,055 miliar, dan pemerintah juga mengalokasikan dana untuk bidang Kebina Margaan yaitu pemeliharaan jalan dan jembatan, pembangunan jalan baru serta peningkatan jalan kabupaten, dengan nilai sebesar Rp104,6 miliar.

 

” Yang jelas, kami dengan seluruh staf akan bekerja dengan dengan giat dan disiplin untuk mewujudkan visi dan misi kepala daerah guna mensejahterakan masyarakat,”kata Syahriwan.

Masih menurutnya, untuk tata ruang, saat ini sudah dilakukan pengelolaannya oleh pemerintah daerah dengan tujuan untuk mengatur investasi yang akan masuk didaerah. Ada lima kawasan potensial yaitu kawasan Mandeh, Kawasan sekitar objek wisata Pantai Carocok-kawasan Bukit Langkisau-Salido-Sago dan dalam Kota Painan, Kawasan Tapan yaitu Rahul dan BAB Tapan, Kawasan Mandeh-Tarusan, Kawasan Kambang-Lengayang.

 

Pemenang Lelang agar Tunjukkan Hasil Kerja Berkualitas Tinggi

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri, mengatakan pada tahun 2022 ini, Bidang Kebina Margaan akan memperioritaskan program dan kegiatan pembangunan untuk mendukung realisasi visi dan misikepala daerah mewujudkan kesejahteraan  seluruh masyarakat.

 

Adapun program skala perioritas bidang bina marga tahun 2022 ini, diantarannya sebagai pembangunan jalan dan peningkatan jalan pada 6 ruas jalan, simpang Duku Cumateh Kecamatan Koto XI Tarusan, peningkatan jalan ruas Sungai Nipah-Kota Painan hinga Pincuran Boga kecamatan Iv jurai dan simpang Kampung Jawo-Pasar Painan.

 

selanjutnya, pembangunan jalan melalui proyek hibah jalan daerah tahap III (PHJD) dengan total dana Rp25 Miliar, selanjutnya untuk DAK reguler, yaitu peningkatan jalan di labuhan Tanjak-Sungai Sirah Air Haji, Rawang Ujung Batu-Timbulun Sutera, Aie Mati-Bayang dan peningkatan jalan kabupaten di padang Sirie-Balai Selasa.

juga akan dibangun jalan dan peningkatan jalan melalui dana DAK tahun 2022, deangan kode dana alokasi khusus penugasan ruas 17, jalan yang ditingkatkan pemeliharaannya dengan lokasi Padang Panjang-Translok Lengayang dan lokasi lainnya, diLubuak Ubay-Air Pura dengan jumlah dana Rp.17 Miliar dan ruas jalan lainnya.

Saat ini, semua kegiatan bidang kebina margaan sudah dalam proses tender dibagian panitia lelang Kabupaten Pesisir Selatan. “Harapan kami, kepada pemenang lelang nanti, dapat memperlihatkan hasil kerjanya yang berkualitas tinggi. Sehinga hasil pekerjaan dapat bermutu dan dinikmati oleh masyarakat dalam waktu yang lama,”ujarnya.

 

22 Sungai Butuh Perhatian Serius dari Provinsi

Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Pesisir Selatan Syahrial,ST  menyampaikan pada umumnya sungai di Pesisir Selatan masih bersifat tradisional tidak seperti kanal banjir.”Karena itu, butuh perhatian serius terkait upaya rehabilitasi dari pemerintah provinsi,” katanya, kemarin.

Berdasarkan data Dinas PUTR, terdapat 22 sungai yang menjadi kewenangan provinsi di Pesisir Selatan. Dari jumlah itu, rata -rata dalam kondisi parah namun kondisi paling parah kini terjadi di Batang Salido dan Batang Lumpo Kecamatan IV Jurai. Kemudian Batang Tapan Kecamatan Ranah Ampel Hulu Tapan dan Batang Surantih di Kecamatan Sutera. Sementara, alokasi dana perkuatan tebing sungai yang ada di pemerintah kabupaten sangat terbatas.

 

Untuk diketahui saja, pada tahun anggaran 2021 lalu, alokasi dana perkuatan tebing kritis yang disiapkan pemerintah kabupaten dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya Rp2,8 miliar. “Itu targetnya sepanjang 600 meter dan telah rampung dikerjakan hinga akhir tahun lalu,” katanya.

 

Selain menyiapkan alokasi dana perkuatan tebing sebagai antisipasi awal, pemerintah kabupaten tiap tahun tetap mengusulkan rehabilitasi pada pemerintah provinsi. Selain itu, juga pada Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumbar di Padang.

 

Dari usulan tersebut, beberapa diantaranya adalah sudah memasuki tahap pembuatan detail engineering design (DED) seperti di Nagari (desa adat) Teratak Tempatih Kecamatan Batang Kapas. Proposalnya pun sudah diteken bupati. “Ini hampir terjadi tiap tahun. Muaranya tentu berdampak pada target produksi dan perekonomian petani. Padahal, sebagian besar dari masyarakat di Pessel menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian,” kata Syahrial.

 

Pengembangan Irigasi Menunjang Sektor Pangan

 Irigasi berkondisi baik di Pesisir Selatan hanya sebesar 57,50 persen. sementara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten menargetkan total irigasi berkondisi baik sebesar 66,70 persen pada 2026.Hal itu, dijelaskan oleh Kepala Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesisir Selatan, Rolly Buchari, ST.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, pada tahun 2022, telah mengalokasikan dana sebesar lebih kurang Rp15 miliar untuk pengembangan irigasi sehingga terjadi peningkatan irigasi menuju kondisi baik.

 

lebih jauh katanya, bahwa pengembangan irigasi ini sejalan dengan upaya percepatan infrastruktur pertanian guna menunjang sektor pangan sebagai basis perekonomian daerah. Dana sebesar Rp15 Miliar itu akan digunakan untuk kelanjutan pembangunan irigasi Lubuk Buaya di kecamatan Linggo Sari Baganti sebesar Rp10 miliar. Kemudian Dana Alokasi Khusus (DAK)  dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp5,2 miliar akan digunakan untuk pengembangan irigasi sepanjang 22 kilometer.

 

Kegiatan ini tersebar di sejumlah daerah antara lain irigasi Air Singkarak Punggasan, Irigasi Pondok Baru Kecamatan BAB Tapan, dan irigasi Sawah liek Lumpo Kecamatan IV Jurai. Selanjutnya Irigasi Sungai Batang dan Irigasi Sungai kuyung Masing-masing di Kecamatan Pancung soal. selain itu juga akan dilakukan renovasi dua unit pelayanan teknis dinas (UPTD).

 

Selain itu akan ada dana yang bersumber dari APBD sebesar Rp1,1 miliar untuk perbaikan irigasi yang tersebar di beberapa titik, antara lain daerah irigasi Duku Pancung Taba Kecamatan Bayang. Daerah Irigasi Koto Rawang Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, derah irigasi Pulau Uwak kampung Limau Sundai Kecamatan Ranah Pesisir. Daerah Irigasi Sungai Gayo Lumpo Kecamatan IV Jurai. Daerah irigasi Tandikek, koto tarok ampiang Parak kecamatan Sutera. Deerah irigasi batang jalamu kecamatan Batang Kapas, dan daerah irigasi Gunung Bungkuak Lumpo.

 

Menurutnya, peningkatan irigasi ini sekaligus sebagai penunjang sektor pertanian tanaman pangan sebagai basis ekonomi daerah. irigasi berperan signifikan terhadap produktivitas lahan, bahkan lebih dari 50 persen terhadap total produksi. “Tanpa irigasi yang baik, produktivifitas lahan mungkin hanya 3-4 ton per hektar, tapi dengan irigasi yang baik bisa mencapai 7-8 ton per hektar,”tuturnya.

 

Berdasarkan data Dinas PUTR, sejumlah daerah irigasi di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyakn 323 unit, luas 49 ribu hectare. Dari jumlah itu, kewenangan kabupaten 2,907 hektare dengan 312 derah irigasi. Sisanya kewenangan provinsi dan Pusat. (*)