LUBUK ALUNG, ONtime.ID — Proyek pembuatan dan pemasangan pagar besi Surau Nurul Jamaah yang berlokasi di Nagari Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung, menuai sorotan.
Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Ririn Aritama dengan anggaran sebesar Rp190.000.000 ini diduga tidak dikerjakan dengan standar kualitas yang baik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pagar yang baru selesai dikerjakan menunjukkan banyak kejanggalan. Sambungan besi pagar terlihat tidak simetris, dan sejumlah bagian besi mengalami kerusakan, bahkan ada yang copot akibat proses pengelasan yang kurang profesional. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait ketahanan dan keamanan pagar tersebut dalam jangka panjang.
Warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan yang terkesan asal jadi. “Kami sangat menyayangkan pekerjaan pagar ini, karena dari awal kami berharap hasilnya berkualitas dan dapat bertahan lama. Namun, melihat kondisinya sekarang, pagar ini tidak seperti yang diharapkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan bahwa CV Ririn Aritama lebih mengutamakan keuntungan daripada kualitas pekerjaan semakin kuat setelah ditemukan beberapa indikasi pengerjaan yang tidak sesuai standar. Pagar besi yang seharusnya menjadi pelindung bagi surau justru tampak rapuh dan berpotensi mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Kepala Bidang Cipta Karya (CK) Dinas PUPR Padang Pariaman, Datuak Dodi saat dikonfirmasi oleh media ini melalui whatsapp dengan nomor 081266310*** belum memberi tanggapan.
Sementara itu Rino selaku PPTK pekerjaan tersebut mengatakan “ saya akan berkordinasi dengan CV Ririn Aritama untuk bisa dipertanggungjawabkan hasil pekerjaannya dan segera bisa diperbaiki”, ujar Rino.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak CV Ririn Aritama terkait keluhan masyarakat. Warga berharap pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengawas proyek, dapat segera turun tangan untuk mengevaluasi kualitas pekerjaan dan memastikan adanya perbaikan agar dana yang telah digelontorkan tidak sia-sia.
Dengan adanya permasalahan ini, diharapkan ke depannya proyek-proyek pembangunan di daerah dapat dikerjakan dengan lebih transparan dan mengutamakan kualitas agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (vand)













