PADANG, ONtime.ID — Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Padang menetapkan Desi Susanti kembali dilantik untuk masa jabatan kedua sebagai Ketua Himpaudi Kota Padang periode 2026–2030.
Pelantikan yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Padang tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan sektor pendidikan anak usia dini di ibu kota Sumatera Barat.
Musda tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga membawa kabar konkret bagi kesejahteraan pendidik PAUD. Pemerintah Kota Padang memastikan kenaikan insentif bagi ratusan guru PAUD, yang selama ini menjadi isu krusial dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
[irp posts=”33810″ ]
Kepala Bidang Pendidikan PAUD Kota Padang, Syafrizal Syair, mengonfirmasi bahwa pemerintah kota telah menaikkan insentif guru PAUD secara signifikan.
“Alhamdulillah, dari perjuangan bersama, insentif guru PAUD di Kota Padang naik dari Rp250.000 menjadi Rp500.000 per guru per bulan pada tahun ini. Ini sesuai dengan program unggulan Padang Juara,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Kenaikan tersebut bukan keputusan instan, melainkan hasil advokasi panjang dan konsisten dari organisasi profesi pendidik PAUD. Ketua PW Himpaudi Sumatera Barat, Ardi, S.Ag., menegaskan bahwa para guru PAUD di Padang baru memperoleh insentif tetap sebesar Rp250.000 per orang pada akhir 2024 setelah melalui perjuangan hampir dua dekade.
“Tahun 2024 akhir sudah masuk semua, sekitar 640 guru mendapat Rp250.000. Dan pada tahun 2025/2026 ini bertambah lagi Rp250.000, sehingga total menjadi Rp500.000 per bulan,” jelas Ardi.
Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan langkah awal yang harus terus dikawal, mengingat peran guru PAUD sangat strategis dalam membentuk fondasi pendidikan generasi masa depan.
Dalam pidato pelantikannya, Desi Susanti menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan penguatan kapasitas para pendidik PAUD yang akrab disebut “Bunda PAUD”. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program pendidikan anak usia dini berjalan optimal.
[irp posts=”33813″ ]
“Bunda PAUD itulah guru-guru di lapangan. Kami mohon bimbingan dan arahan dari Ibu Wali Kota serta seluruh jajaran. Kolaborasi ini sangat penting. Tanpa dukungan kebijakan dan sinergi, setiap kegiatan tidak akan bisa terlaksana,” tegas Desi.
Selain isu kesejahteraan, agenda strategis lain yang disorot adalah pengakuan profesi guru PAUD nonformal agar setara dengan pendidik formal sebagaimana amanat undang-undang. Ardi menilai pengakuan profesi tersebut mendesak, mengingat tanggung jawab guru PAUD tidak kalah besar.
“Mereka memiliki kewajiban yang sama: mendidik anak dengan kualifikasi S1 linear, menjalankan kurikulum, serta membentuk generasi emas sejak usia dini. Sudah saatnya hak profesi mereka diakui secara setara,” tegasnya.
Ke depan, kepengurusan Himpaudi Kota Padang di bawah kepemimpinan Desi Susanti berencana melakukan audiensi dengan Wali Kota Padang untuk membahas langkah strategis pengembangan PAUD, termasuk peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta pemenuhan Alat Permainan Edukatif (APE) yang memadai.
Musda Himpaudi Kota Padang kali ini menegaskan satu hal: penguatan pendidikan anak usia dini tidak cukup dengan retorika, tetapi membutuhkan keberpihakan anggaran, pengakuan profesi, serta komitmen nyata pemerintah dalam menempatkan guru PAUD sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. (*)
[irp posts=”33771″ ]













