PAYAKUMBUH, ONtime.ID — Suasana hangat Ramadan terasa kental di Masjid Musafir, Rabu (11/3). Di tempat itu, mantan Bupati Lima Puluh Kota, Irfendi Arbi, kembali berkumpul bersama para jurnalis Luak Limo Puluah dalam agenda buka puasa bersama yang telah menjadi tradisi tahunan.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara tokoh daerah, insan pers, dan masyarakat. Sejumlah wartawan dari berbagai media di wilayah Luak Limo Puluah tampak hadir, berdampingan dengan tokoh masyarakat dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Koordinator Balai Wartawan Luak Limo Puluah, Aking, menilai kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, hubungan antara Irfendi Arbi dan para wartawan telah terjalin sejak lama dan terus terpelihara hingga kini.
[irp posts=”34646″ ]
“Pak Irfendi adalah sosok yang bersahaja. Hubungannya dengan wartawan sudah terbangun sejak lama dan selalu dijaga dengan baik. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan kekeluargaan di antara kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi buka puasa bersama tersebut diharapkan tetap berlanjut sebagai simbol kebersamaan antara insan pers dan para tokoh di wilayah Luak Limo Puluah.
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Aspon Dedi. Ia menilai kebersamaan yang terjalin pada momen tersebut mencerminkan hubungan sosial yang tidak lagi sekadar profesional, tetapi sudah seperti keluarga.
“Bagi kami, kehadiran Irfendi Arbi bukan hanya sebagai narasumber, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar insan pers. Tradisi buka puasa bersama ini menunjukkan bahwa silaturahmi yang telah lama terjalin tetap terjaga dengan baik,” kata Aspon.
[irp posts=”34643″ ]
Menjelang waktu berbuka, suasana di Masjid Musafir semakin terasa khidmat. Para wartawan, tokoh masyarakat, dan tamu undangan tampak larut dalam percakapan santai, membahas berbagai isu daerah hingga mengenang kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Bagi sebagian besar jurnalis yang hadir, momen tersebut bukan sekadar agenda Ramadan, tetapi juga ruang mempererat relasi yang telah terbangun antara dunia pers dan para tokoh daerah di Luak Limo Puluah. Tradisi sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika pemberitaan dan perbedaan pandangan, silaturahmi tetap menjadi jembatan yang menjaga keharmonisan. (*)













