Pendidikan

Di Tengah Peran sebagai ASN, Istri dan Ibu Tiga Anak, Suci Rahmadya Raih Predikat Lulusan Terbaik ITB-HAS Bukittinggi

219
×

Di Tengah Peran sebagai ASN, Istri dan Ibu Tiga Anak, Suci Rahmadya Raih Predikat Lulusan Terbaik ITB-HAS Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Suci Rahmadya

TANAH DATAR, ONtime.ID — Tak semua orang mampu menuntaskan pendidikan tinggi di tengah padatnya tanggung jawab pekerjaan dan keluarga.

Namun keterbatasan waktu, kelelahan, hingga beban peran ganda justru berhasil ditaklukkan oleh Suci Rahmadya, S.Tr.Kes., MM, mahasiswi Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Kesehatan Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB-HAS) Bukittinggi.

Perempuan yang akrab disapa Uci itu sukses meraih predikat Lulusan Terbaik pada Wisuda Angkatan V ITB-HAS Bukittinggi yang digelar dalam Sidang Senat Terbuka di Ballroom Bung Hatta Bukittinggi, Jumat (22/05).

Keberhasilan tersebut sontak menghadirkan suasana haru bercampur bangga di tengah keluarga besarnya. Kedua orang tuanya, Yuhelmi Sofia dan Reflis, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur melihat putri sulung mereka berhasil menuntaskan pendidikan magister dengan capaian membanggakan.

[irp posts=”36433″ ]

Kebanggaan yang sama juga dirasakan suami tercinta, Jet Afriandi, ST, beserta ketiga anak mereka yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang perjuangan akademik Uci.

“Alhamdulillah, tahniah untuk Uci. Kami sebagai keluarga besar sangat bangga dan puas dengan capaian ini,” ujar Jet Afriandi kepada ONtime.id, Minggu (24/05), usai mengikuti rangkaian tasyakuran wisuda.

Dalam prosesi wisuda tersebut, Suci Rahmadya resmi dikukuhkan sebagai Magister Manajemen langsung oleh Rektor ITB-HAS Bukittinggi, Prof. Dr. Yulihasri, MM.

Namun bagi Uci, keberhasilan itu bukan sekadar soal gelar akademik atau titel di belakang nama. Lebih dari itu, perjuangan pendidikan menurutnya adalah bentuk tekad untuk membuka harapan yang lebih besar bagi masa depan.

“Gelar ini bukan hanya tentang akademik, tetapi tentang perjuangan dan harapan,” ungkap Uci dengan mata berkaca-kaca, didampingi kedua orang tua dan suaminya.

[irp posts=”36429″ ]

Perjalanan hidup Uci bukanlah kisah instan. Ia lahir dan tumbuh di Tanjuang Alam, Kabupaten Tanah Datar, dari keluarga sederhana yang menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kehidupan. Ayah dan ibunya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan pentingnya pendidikan sejak dini.

Ayahnya, Reflis, merupakan purna bakti guru sekolah dasar di Tanah Datar yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri mendidik generasi bangsa dengan penuh ketulusan. Dari lingkungan keluarga itulah semangat belajar dan karakter pantang menyerah tumbuh kuat dalam diri Uci.

Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Uci tetap memilih melanjutkan pendidikan magister. Keputusan itu tentu bukan tanpa konsekuensi.

Sebagai seorang istri dan ibu dari tiga anak, ia harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, keluarga, hingga tanggung jawab rumah tangga. Tidak sedikit malam yang dilaluinya dengan tugas kuliah menumpuk dan waktu istirahat yang terpaksa dikorbankan.

Namun semua itu dijalani dengan keteguhan hati.

“Pendidikan harus diperjuangkan, bukan ditinggalkan. Kami sangat bangga dengan prestasi ini,” tutur Jet Afriandi.

[irp posts=”36426″ ]

Menurutnya, perjuangan sang istri tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menuntut konsistensi luar biasa di tengah tekanan rutinitas yang padat. Meski demikian, Uci tetap berjalan setapak demi setapak hingga berhasil mencapai target terbaik.

Di balik keberhasilan tersebut, Uci mengaku kekuatan terbesar datang dari doa dan dukungan keluarga, terutama kedua orang tua serta suami yang selalu menjadi penyemangat dalam setiap proses yang dijalani.

“Ini semua berkat doa, restu dan dukungan keluarga besar,” katanya lirih menahan haru.

Prestasi yang diraih Suci Rahmadya menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu dan beratnya tanggung jawab bukan alasan untuk berhenti belajar. Di tengah tuntutan sebagai ASN, istri, sekaligus ibu, ia berhasil membuktikan bahwa pendidikan tetap bisa diraih dengan kerja keras, disiplin dan tekad yang kuat.

Keluarga besar pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika ITB-HAS Bukittinggi yang telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan Uci hingga berhasil meraih predikat lulusan terbaik.

“Kami puas, bangga dan terharu atas capaian ini. Terima kasih kepada seluruh pihak, terutama civitas akademika ITB-HAS Bukittinggi,” tutup Jet Afriandi. (BM)

[irp posts=”36423″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID