Kriminal

Diduga Dendam Lama, Ini Motif Siswi SD Bunuh Ibu Kandung di Medan

232
×

Diduga Dendam Lama, Ini Motif Siswi SD Bunuh Ibu Kandung di Medan

Sebarkan artikel ini
Ibu
Diduga Dendam Lama, Ini Motif Siswi SD Bunuh Ibu Kandung di Medan

MEDAN, ONtime.ID — Kasus tragis yang melibatkan siswi kelas 6 SD berinisial SAS alias Al (12) yang menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Faizah Soraya, masih menyisakan fakta-fakta mengejutkan.

Di hadapan penyidik, bocah perempuan tersebut akhirnya membeberkan alasan di balik tindakan ekstrem yang mengguncang publik secara nasional.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di kediaman korban di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. Fakta bahwa pelaku adalah anak kandung korban membuat kasus ini menjadi sorotan luas, terlebih citra keluarga tersebut selama ini tampak harmonis di media sosial.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan mendalam, terdapat tiga faktor utama yang mendorong Al nekat menikam ibu kandungnya sendiri.

Alasan pertama berkaitan dengan rasa takut dan tekanan psikologis yang telah lama dipendam pelaku. Al mengaku kerap menyaksikan ibunya mengancam ayah dan kakaknya menggunakan pisau. Pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam pada dirinya.

“Perlakuan korban terhadap bapak, kakak, dan adik, mengancam dengan menggunakan pisau,” ujar Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).

Faktor kedua, Al mengaku menyimpan kemarahan karena melihat kakaknya, SAS alias Az (16), berulang kali menjadi sasaran kekerasan fisik. Menurut pengakuan pelaku, kakaknya sering dipukul menggunakan sapu hingga ikat pinggang. Al juga mengaku mengalami kekerasan serupa, seperti dimarahi dan dicubit, yang meninggalkan luka emosional mendalam.

“Kakak sering dimarahi, dimaki, dan dipukul menggunakan sapu serta tali pinggang. Adik juga sering dimarahi dan dicubit. Dari situ muncul niat untuk melukai korban, meski sebelumnya tidak ada kesempatan,” jelas Kapolrestabes.

Alasan ketiga yang terungkap adalah pemicu emosional akibat penghapusan game online milik pelaku. Al mengaku sakit hati setelah permainan favoritnya dihapus oleh sang ibu. Dalam kondisi emosi tersebut, pelaku kemudian menonton permainan daring bertema pembunuhan serta kartun anime yang menampilkan adegan kekerasan menggunakan pisau.

“Pelaku melihat game murder mystery dan adegan pembunuhan dalam serial anime. Dari sana muncul inspirasi melakukan penikaman,” kata Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.

Peristiwa nahas itu terjadi dini hari, 10 Desember 2025. Al terbangun dan melihat ibunya tertidur di sampingnya. Amarah yang telah lama dipendam kembali memuncak. Pelaku lalu mengambil pisau dari dalam rumah dan menikam korban.

Sebelum melakukan penikaman, pelaku sempat melepas bajunya agar tidak terkena noda darah. “Pelaku membuka bajunya supaya tidak terkena darah saat melukai korban,” ujar Kapolrestabes.

Aksi tersebut sempat diketahui sang kakak yang berusaha melerai dan merebut pisau dari tangan Al. Namun, pelaku kembali mengambil pisau kecil dari dapur dan sempat terjadi ketegangan di dalam rumah hingga kakak korban berlari ke lantai dua untuk memanggil ayah mereka.

Korban sempat ditemukan masih hidup dan meminta air minum serta pertolongan medis. Ayah dan kakak korban berupaya menghubungi rumah sakit dan menyelamatkan korban. Namun, luka parah akibat penikaman membuat nyawa Faizah Soraya tak tertolong.

Kasus ini kini ditangani secara khusus oleh kepolisian dengan pendekatan perlindungan anak, sekaligus menjadi alarm keras tentang kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan mental anak, serta pengawasan terhadap konsumsi konten digital di usia dini. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID