JAKARTA, ONtime.ID — Permasalahan yang dihadapi Wardatina Mawa kian kompleks dan memasuki babak yang semakin menegangkan. Di tengah proses hukum yang masih bergulir terkait laporannya terhadap Inara Rusli dan suaminya, Insanul Fahmi, Mawa kini mengaku kembali menghadapi tekanan baru berupa ancaman hukum serius dari pihak tak dikenal.
Melalui akun Instagram pribadinya, Mawa mengungkap adanya pesan bernada ancaman yang ia terima melalui direct message. Meski tidak menyebutkan identitas pengirim, isi pesan tersebut disebut cukup mengganggu secara psikologis.
“Sudah terlalu banyak yang aku pendam sendiri, chat yang menyakitkan, kenyataan yang pahit, dan keadaan yang terus memposisikan aku seolah-olah bersalah,” tulisnya.
Mawa menegaskan bahwa keputusannya untuk kembali bersuara bukanlah untuk membuka aib, melainkan sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan.
“Hari ini aku memilih untuk speak up lagi. Bukan untuk membuka aib, tapi untuk mencari keadilan dan memperjuangkan hak yang seharusnya aku dapatkan,” lanjutnya.
[irp posts=”34953″ ]
Sebagai seorang ibu dari satu anak, Mawa mengaku terkejut dengan ancaman yang menyebut dirinya bisa dijerat hukuman hingga 20 tahun penjara. Alih-alih gentar, ia justru mempertanyakan logika hukum di balik ancaman tersebut.
“Aku yang otw single mom ini hanya ingin suatu saat nanti anakku hidup dengan tenang dan nyaman. Tapi ketika aku diancam seperti itu, aku bingung. Apakah di negara ini, seorang istri sah yang disakiti dan berani melapor justru bisa dihadapkan pada ancaman hukuman hingga 20 tahun?” ungkapnya.
Dalam pernyataannya, Mawa juga menekankan bahwa ia tidak sedang mencari simpati publik. Ia hanya ingin didengar dan diperlakukan secara adil di hadapan hukum.
“Jujur aku tidak mencari simpati. Aku hanya ingin didengar dan diperlakukan dengan adil. Aku percaya, kebenaran mungkin bisa ditunda, tapi tidak akan pernah benar-benar hilang,” ujarnya.
Nada keputusasaan juga tersirat ketika ia menyampaikan kemungkinan terburuk jika keadilan tak berpihak padanya.
“Kalau memang aku tidak mendapatkan keadilan, aku titip Afnan sama bapaknya ya,” katanya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan agar ada jalan terang dari konflik yang sedang dihadapi.
“Mohon doanya semoga Allah membuka jalan terbaik dan menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya,” tutupnya.
[irp posts=”34950″ ]
Awal Mula Konflik
Kasus ini bermula dari hubungan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi yang disebut berujung pada pernikahan siri pada Agustus 2025. Pernikahan tersebut diklaim tidak diketahui oleh Mawa sebagai istri sah.
Merasa dirugikan, Mawa kemudian melaporkan keduanya ke Polda Metro Jaya pada November 2025 atas dugaan perzinaan. Ia turut menyertakan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
Namun, langkah hukum tersebut berbuntut panjang. Inara Rusli dan Insanul Fahmi membantah tuduhan tersebut dan menyatakan hubungan mereka sah secara agama.
Tak hanya itu, Inara juga melaporkan balik Mawa ke Bareskrim Polri atas dugaan akses ilegal terkait pengambilan rekaman CCTV yang digunakan sebagai bukti.
Situasi ini menempatkan Mawa dalam posisi yang semakin terjepit—di satu sisi sebagai pelapor, di sisi lain sebagai terlapor. Dengan munculnya ancaman baru yang ia ungkap ke publik, kasus ini berpotensi berkembang menjadi polemik hukum dan sosial yang lebih luas.
Kini, publik menanti, apakah ini murni perjuangan seorang istri mencari keadilan, atau justru potret buram sistem yang bisa berbalik mengancam korban? (*)
[irp posts=”34947″ ]













