PADANG, ONTIME.ID–Dinas kesehatan(Dinkes) kota Padang laksanakan Kegiatan BIAN(Bulanan Imunisasi Anak Nasional) 2022 Yang diutamakan untuk anak usia 0 tahun hingga 15 tahun yang diadakan selama 3 hari di Hotel ZHM Primier Kota Padang, mulai tgl, 30/11-2022 S/d tgl, 2/12- 2022.
Lila Yanwar, MARS Kepala dinas kesehatan provinsi Sumatera Barat, menyampaikan kepada awak media yang mewawancarainya, mewawancarainya, kita harus sanggup mencapai 80 persen dari target sasaran anak yang akan di lakukan imunisasi, sasaran utamanya adalah melengkapi imunisasi yang belum lengkap,atau yang belum sempurna kata Lila Yanwar, Orang nomor satu dijajaran dinas kesehatan Provinsi Sumbar.
Untuk pencapaian target dalam kegiatan imunisasi rutin harus ada strategi khusus salah satunya dalam bentuk edukasi dengan melalui pemakaian media yang lebih bagus. Capaian untuk saat sekarang ini terhadap kabupaten/kota, sebetulnya terhadap kota Padang sudah lebih baik dalam mendekati target yang sudah kita programkan sebelumnya, pungkas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.
yang menjadi salah satu sasaran utama adalah kejar dan rangkul dengan menyediakan imunisasi yang belum tersedia salah satunya, Campak, Rubella, Difetri, Hepatitis dan Pertusis dipetuntukan untuk anak yang berusia dari 0 tahunsampai berusia15 tahun.
Dalam BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) merupakan suatu sasaran yang sangat luas dengan sampai anak berusia 15 tahun yang disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan, namun demikian tidak seluruhnya diboster, yang jelas juga ada yang diboster. Saat anak duduk dibangku kelas 2 SD sampai kelas 5 SD anak tersebut diboster, selanjutnya yang terakhir terhadap Campak dan Rubella itu deperuntukan untuk tingkat anak SMP dan untuk tingkat SMA atau sederajat.
Kami laksanakan hal seperti ini karena masalahnya anak-anak tersebut tidak ikut imunisasi disaat masih kecil atau masih bayi. Karena sebab itulah saat ini yang menjadi sasaran target. Sebab masih banyak anak-anak yang belum di imunisasi, karena penyakit-penyakit yang kita sebutkan tadinya dapat diatasi dengan imunisasi, seterusnya bermunculan kembali berarti kumannya bertebaran ada dimana mana dan ada disekeliling kita.
Terus Lila Yanwar menguraraikan dalam artian kuman tersebut masih ada ditubuhnya cuma tidak beraksi dan tidak bisa menular sebab tidak ada tempatnya. Dan anak-anak di imunisasi semuanya, satu orang anak saja yang kena bisa menjadi sumber kuman untuk anak-anak yang lainya. Karena itulah kami atas nama jajaran dinas kesehatan berusaha dengan sekuat tenaga agar dapat mencegah dengan cara memperluas ruang lingkup imunisasi terhadap semua anak-anak kita yang ada didaerah provinsi Sumatera Barat ini ucap dr. Lila Yanwar mengakhiri pada awak media. (*/Aripin).













