Pendidikan

Dirut LPDP Minta Keluarga Mampu Tak Ambil Full Funding

203
×

Dirut LPDP Minta Keluarga Mampu Tak Ambil Full Funding

Sebarkan artikel ini
LPDP
Dirut LPDP Minta Keluarga Mampu Tak Ambil Full Funding

JAKARTA, ONtime.ID — Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Sudarto, melontarkan imbauan tegas kepada keluarga dari kalangan mampu agar tidak mengambil skema beasiswa penuh (full funding).

Ia mendorong kelompok tersebut memilih skema pendanaan parsial (partial funding) demi memperluas akses bagi talenta lain yang membutuhkan.

“Kalau bapak/ibu mampu, pilihlah yang bukan full funding, tetapi yang partial funding. Di mana 50 persen dari LPDP, 50 persen dari Anda sendiri,” ujar Sudarto saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Jakarta, Rabu malam, 25 Februari 2026.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Sudarto menegaskan jumlah penerima LPDP masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan pendidikan tinggi nasional. Dengan skema pembiayaan campuran, dana abadi pendidikan yang dikelola negara diharapkan bisa menjangkau lebih banyak putra-putri terbaik bangsa.

[irp posts=”34234″ ]

Menurut dia, LPDP tetap berfokus pada penjaringan talenta unggulan atau “top of the top” agar mampu bersaing di perguruan tinggi kelas dunia. Namun di saat bersamaan, prinsip inklusivitas tidak ditinggalkan.

Data internal LPDP menunjukkan dalam tiga tahun terakhir sekitar 30 persen penerima berasal dari jalur afirmasi, mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, hingga atlet berprestasi. Untuk kelompok ini, LPDP memberikan relaksasi sejumlah persyaratan, seperti standar kemampuan bahasa Inggris, indeks prestasi kumulatif, hingga batas usia.

“Kami sadar banyak yang bagus, tetapi tidak punya kesempatan yang sama dibandingkan teman-teman di kota atau dari keluarga mampu,” kata Sudarto.

Selain mendorong skema pendanaan bersama, LPDP juga memperluas kemitraan dengan universitas unggulan di negara-negara non-English speaking countries seperti Jerman, Prancis, China, Jepang, Korea, dan Rusia. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya pendidikan sekaligus membuka spektrum keahlian baru bagi penerima beasiswa.

[irp posts=”34231″ ]

Sudarto menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa dan jejaring global yang beragam. “Di akhir kita butuh anak-anak yang bisa bahasa Jepang, Korea, China, Rusia, Prancis, Jerman. Itu penting untuk interaksi global Indonesia,” ujarnya.

Imbauan agar keluarga mampu berbagi porsi pendanaan menjadi sinyal bahwa LPDP tengah menata ulang prioritas distribusi dana publik. Di tengah tuntutan pemerataan akses pendidikan tinggi, transparansi dan keberpihakan pada kelompok rentan menjadi kunci agar dana abadi pendidikan benar-benar berdampak luas dan berkeadilan. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID