Payakumbuh

Distan Payakumbuh Terima Kunjungan DPRD Bengkalis

234
×

Distan Payakumbuh Terima Kunjungan DPRD Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Payakumbuh
Dinas Pertanian Payakumbuh sambut kunjungan Komisi II DPRD Bengkalis, Jumat (1/11) kemarin.

PAYAKUMBUH, ONtime.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Riau berkunjung ke lokasi sentra pengolahan ikan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh untuk melihat proses inovasi pengolahan ikan yang diolah Samara Frozen Food.

Wakil Ketua I DPRD Bengkalis, M. Arsya Fadillah ikut bersama Komisi II pada kunjungan tersebut. Selain itu, hadir juga dari Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis. Rombongan Komisi II diterima oleh Ibu Nora Fitri selaku penyuluh perikanan bantu Dinas Pertanian Payakumbuh bersama Rahmi Samara sebagai pemilik Samara Frozen Food.

Samara Frozen Food merupakan Industri Pengolah Makanan Beku yang telah beroperasi sejak tahun 2014 di Sumbar, memproduksi dengan bahan baku ayam dari Payakumbuh dan Ikan Tuna dari Padang serta Ikan Patin dari Kampar. Produk yang dihasilkan dari Samara Frozen Food berupa bakso tuna, siomay tuna, nugget tuna, tahu tuna, nugget ayam wortel, nugget tuna wortel, dan dimsum ikan.

“Kami sudah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta izin edar luar negeri Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP), sehingga produk kami aman serta sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Hasil olahan kami sudah dipasarkan di 38 retail di Sumatra Barat, dan juga sudah dipasarkan di daerah Jambi, Riau, dan Palembang,” jelas Rahmi.

Al Azmi selaku Ketua Komisi II setelah melihat langsung proses pengolahan ikan yang dilakukan oleh Samara Frozen Food ini, ia berharap pelaku usaha kecil yang ada di Kabupaten Bengkalis juga bisa berkembang dan menampilkan produk-produk olahannya.

“Kita dari Kabupaten Bengkalis perlu mencontoh Kota Payakumbuh ini bagaimana mereka memperhatikan industri-industri kecil. Kita ingin bagaimana para nelayan kita yang ada di Kabupaten Bengkalis juga membuat home industri kecil dengan hasil penangkapan ikannya diolah di rumah bersama keluarga atau kerabat dekat, sehingga menghasilkan produk yang bisa dipasarkan,” ujarnya. (*)