LIMA PULUH KOTA, ONtime.ID—Para guru-yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Lima Puluh Kota dibekali dengan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik (FT) Program Studi Teknik Elektronika dan FPP UNP menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Game Edukasi Berbasis Construct 3 di MGMP Bahasa Inggris Lima Puluh Kota pada 22-24 Agustus 2023.
Tim PKM ini diketuai oleh Dr. Yeka Hendriyani, S.Kom., M.Kom. beranggotakan Dr. Hansi Effendi, S.T., M.Kom. dan Lise Asnur, M. Pd. Sementara, peserta kegiatan ini diikuti oleh guru-guru SMP yang tergabung di MGMP bahasa Inggris di Kabupaten 50 Kota yang berasal dari 12 SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Paradigma Pembelajaran Abad 21 dan karakteristik peserta didik generasi milenial berdampak terhadap perubahan proses pembelajaran yang dilakukan guru. Guru dituntut untuk menyesuaikan gaya mengajar sesuai ciri abad 21, yaitu abad informasi, komputasi, komunikasi, dan otomasi.
Pembelajaran yang diarahkan senantiasa mendorong peserta didik untuk mencari tahu bukan diberitahu. Guru tidak perlu lagi memberitahu dengan menceramahi peserta didik dengan informasi yang sebenarnya sudah ada di dalam genggaman mereka, tetapi arahkan peserta didik untuk mencari tahu informasi tersebut. Namun, kenyataannya, tidak semua guru siap dengan tuntutan zaman tersebut.
“Dalam menerapkannya, diperlukan metode, strategi, dan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Berdasarkan hasil survei secara daring yang dilakukan Tim PKM dengan beberapa guru pada bulan Ferbruari 2023 lalu, diindentifikasi masalah pada mitra berupa keterbatasan biaya dan waktu.
Guru-guru kesulitan untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Selama ini, media pembelajaran yang digunakan berupa buku teks, papan tulis dan media konvensional lainnya.
Bagi sebagian guru yang sudah menggunakan komputer media berupa power point dan baru sebatas aplikasi Ms. Office lainnya. “Guru bisa mengembangkan media pembelajaran yang bisa digunakan siswa untuk mengulang pelajaran sendiri dan secara mandiri,”imbuhnya.
Dari beberapa permasalahan mitra tersebut, Tim PKM mengupayakan solusi yang tepat di antaranya pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif; memotivasi siswa dengan media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan inovatif berbasis game edukasi.
“Media pembelajaran yang dihasilkan hendaknya bisa memotivasi siswa untuk belajar mandiri mengembangkan media pembelajaran berbasis game edukasi yang bisa yang bisa di akses secara online dan offline menggunakan platform chrome ataupun android,”tutup Yeka. (vand)













