Politik

DPRD Sumbar Dorong Transformasi Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda

204
×

DPRD Sumbar Dorong Transformasi Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
DPRD
DPRD Sumbar Dorong Transformasi Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda

PADANG, ONtime.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.

Bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, DPRD akan menyusun program strategis guna menumbuhkan minat generasi muda terhadap perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi.

Komitmen tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) yang digelar di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Selasa (21/4).

[irp posts=”35628″ ]

Dalam paparannya, Muhidi menyoroti pentingnya peran legislatif dalam mendorong kebijakan yang mendukung penguatan literasi dan inklusi sosial. Ia menilai perpustakaan tidak lagi cukup hanya menjadi tempat membaca, tetapi harus bertransformasi menjadi ruang yang dekat, menarik, dan adaptif bagi generasi muda.

“Perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar yang hidup, mengikuti perkembangan zaman, dan mampu menjawab kebutuhan generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan literasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Generasi yang lahir dari budaya literasi yang kuat, kata dia, akan memiliki kecerdasan, karakter, serta daya saing tinggi.

“Melalui literasi akan lahir generasi yang berkualitas, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Kejujuran adalah kunci kesuksesan,” tegas Muhidi.

[irp posts=”35625″ ]

Ia juga mengingatkan bahwa pengelola perpustakaan dituntut untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan. Kreativitas, menurutnya, menjadi faktor penting agar perpustakaan tetap relevan, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah daerah.

Lebih jauh, Muhidi menekankan bahwa perpustakaan harus berkembang menjadi pusat pengetahuan, ruang diskusi publik, serta wadah pengembangan kreativitas masyarakat.

Penguatan literasi, lanjutnya, tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga DPRD sebagai pembuat kebijakan.

Dengan sinergi tersebut, perpustakaan di Sumatera Barat diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menghadapi tantangan era digital.

[irp posts=”35622″ ]

Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam upaya membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Barat. (*)

Ikuti Terus Saluuran Whatsapp ONtime.ID