Pendidikan

FKMM Lakukan Ekspedisi Dakwah Ke Mentawai

357
×

FKMM Lakukan Ekspedisi Dakwah Ke Mentawai

Sebarkan artikel ini
Mentawai
Gubernur Mahyeldi saat melepas rombongan ekspedisi dakwah di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (15/7).

PADANG,ONTIME.ID– Forum Komunikasi Mahasiswa Minang (FKMM) selama beberapa bulan ke depan, akan melaksanakan program ekspedisi dakwah di Kabupaten Mentawai. Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan Islam yang lebih mendalam bagi umat Islam di Bumi Sikerei.

 

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dilaksanakannya program ekspedisi dakwah oleh FKMM, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa Minang yang kuliah di beberapa perguruan tinggi Timur Tengah dan perguruan tinggi dalam negeri,” ujar Gubernur Mahyeldi saat melepas rombongan ekspedisi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (15/7).

 

Mahyeldi mengakui, dakwah mendalam melalui daurah-daurah keilmuan Islam cukup jarang digelar di daerah-daerah pedalaman di Sumbar, dan baru mulai rutin digelar di kawasan perkotaan. Oleh karena itu, program ekspedisi dakwah diharapkan dapat digelar oleh FKMM di seluruh kabupaten-kabupaten lain di Sumbar.

 

“Apalagi dalam program ini, rekan-rekan FKMM juga menggelar roadshow ke berbagai sekolah dan pesantren di Sumbar, untuk berbagi informasi terkait perkuliahan di Timur Tengah. Sebab, jumlah mahasiswa asal Sumbar di Timur Tengah masih cukup sedikit bila dibanding dengan mahasiswa asal beberapa provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Penasihat FKMM, Muhammad Elfisyam menyebutkan, dalam melaksanakan ekspedisi dakwah ini, para mahasiswa atau dai yang turun ke Mentawai ibaratkan dokter yang turun untuk mengobati berbagai penyakit di tengah masyarakat.

 

“Oleh sebab itu, para dai harus berilmu sebelum berdakwah, harus lemah lembut saat berdakwah, dan harus bijaksana usai berdakwah. Sumbar menjadi salah satu daerah fokus ekspedisi dakwah, karena Sumbar adalah daerah yang dikenal kuat dalam bernegara dan beragama, dan hal itu harus terus menerus dipertahankan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Pembina FKMM, Rahmat Ridho menyebutkan, kegiatan Ekspedisi Dakwah Mentawai sendiri telah dilakukan sejak tahun 2018 lalu dengan berbagai kegiatan, mulai dari daurah untuk para dai di dusun-dusun pedalaman, penempatan para dai di setiap dusun selama beberapa bulan, gelaran khitanan massal untuk para mualaf, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.

 

Ada pun Ketua FKMM, Syaiful Maarif dalam paparan rencana kegiatannya menyebutkan, ekspedisi dakwah kali ini turut melibatkan para dai/mahasiswa dari 10 kampus, baik kampus di Timur Tengah mau pun sejumlah kampus dalam negeri.

 

“Nantinya, para dai asli dusun kita ajak untuk daurah kajian di Islamic Centren Siberut Selatan, dan tugas mereka di dusun nantinya akan digantikan oleh dai/mahasiswa yang ikut dalam ekspedisi ini,” ucapnya. (vand)