ACEH, ONtime.ID — Nama Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem kembali menjadi pusat perhatian publik. Kali ini bukan soal kebijakan atau dinamika politik Aceh, melainkan kabar sensitif terkait kehidupan pribadinya.
Isu pernikahan Mualem dengan seorang pengusaha asal Malaysia bernama Vie Shanti ramai diperbincangkan setelah beredar sebuah video yang diklaim sebagai prosesi pernikahan keduanya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Mualem untuk mengonfirmasi ataupun membantah kabar tersebut. Namun, Vie Shanti justru lebih dulu angkat bicara melalui media sosial. Pada Selasa (20/1/2026), ia mengunggah foto mesra bersama seorang pria yang disebut sebagai suaminya.
“My one and only husband (satu-satunya suamiku),” tulis Vie Shanti dalam unggahan tersebut.
Meski tanpa penjelasan panjang, unggahan itu dinilai sebagai bantahan tidak langsung atas isu yang menyeret namanya dengan Mualem. Diketahui, pria yang ada dalam foto tersebut adalah Datuk Seri Abdul Rahman, seorang politikus Malaysia yang disebut sebagai pasangan sah Vie Shanti.
Di tengah simpang siur isu tersebut, publik Aceh sejatinya sudah lama mengetahui bahwa Mualem menjalani kehidupan rumah tangga secara poligami. Setidaknya, ada dua perempuan yang dikenal luas sebagai istri Mualem dan memiliki peran penting di ruang publik Aceh.
Istri pertama yang paling sering tampil ke hadapan publik adalah Marlina Usman, atau yang akrab disapa Kak Na. Sebagai First Lady Aceh, Kak Na dikenal aktif mendampingi Mualem dalam berbagai agenda pemerintahan dan sosial. Ia menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Aceh serta memegang sejumlah posisi strategis lain, seperti Ketua Dekranasda Aceh, Ketua Forikan Aceh, Bunda PAUD Aceh, dan Bunda Literasi.
Kiprah Kak Na kerap mendapat sorotan positif, terutama saat ia turun langsung ke lapangan dalam situasi darurat, seperti bencana banjir besar di Aceh. Kehadirannya di lokasi pengungsian sering disambut hangat, khususnya oleh anak-anak dan warga terdampak.
Sementara itu, istri Mualem lainnya adalah Salmawati, yang lebih dikenal dengan sapaan Bunda Salma. Berbeda dari Kak Na yang fokus pada kegiatan sosial, Salmawati aktif di panggung politik. Ia saat ini tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh.
Peran Salmawati di lembaga legislatif menambah dimensi politik dalam kehidupan keluarga Mualem, sekaligus menempatkan rumah tangga sang gubernur dalam sorotan publik yang lebih luas.
Isu yang kembali mencuat ini menunjukkan bahwa kehidupan pribadi pejabat publik kerap tak terpisahkan dari perhatian masyarakat. Di tengah minimnya klarifikasi resmi, publik Aceh kini menanti penjelasan terbuka agar simpang siur kabar tidak terus berkembang menjadi spekulasi liar. (*)













