SUMBAR

Jembatan Gantung Koto Rawang Kembali Terhubung, Akses Warga Pulih Setelah Diterjang Banjir

131
×

Jembatan Gantung Koto Rawang Kembali Terhubung, Akses Warga Pulih Setelah Diterjang Banjir

Sebarkan artikel ini
Jembatan
Jembatan Gantung Koto Rawang Kembali Terhubung, Akses Warga Pulih Setelah Diterjang Banjir

PESISIR SELATAN, ONtime.ID — Harapan masyarakat Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak akhirnya terwujud. Setelah sempat terputus akibat diterjang banjir besar pada 2024, jalur penghubung antara Nagari Salido Sari Bulan dan Nagari Koto Rawang kini kembali tersambung melalui pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang.

Pembangunan jembatan tersebut direalisasikan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dengan dukungan anggaran sekitar Rp7,4 miliar. Kehadiran infrastruktur ini menjadi bagian dari langkah pemulihan konektivitas masyarakat sekaligus upaya memperkuat akses kawasan yang sebelumnya terdampak bencana.

Pembangunan tidak hanya berorientasi pada penggantian jembatan lama yang rusak, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi lingkungan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumatera Barat, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., mengatakan desain jembatan baru disiapkan dengan mempertimbangkan potensi banjir dan kebutuhan masyarakat.

Salah satu perubahan penting terdapat pada elevasi jembatan yang dibuat sekitar 1,5 meter lebih tinggi dibandingkan jembatan sebelumnya. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan tingkat keamanan yang lebih baik apabila terjadi luapan air atau banjir kembali.

“Jembatan gantung ini memiliki kapasitas beban maksimal 1,5 ton yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Meski demikian, konstruksinya tetap dirancang khusus untuk mendukung kondisi darurat, seperti akses melintas armada ambulans,” ujar Gina.

Penegasan mengenai kapasitas tersebut menjadi penting. Masyarakat diminta menggunakan jembatan sesuai peruntukannya dan tidak memaksakan kendaraan roda empat non-darurat untuk melintas.

Pembatasan itu bukan sekadar aturan administratif. Dengan kapasitas maksimum 1,5 ton, beban berlebih dapat memberikan tekanan terhadap struktur jembatan dan berpotensi memengaruhi masa layanan konstruksi.

Jembatan tersebut memiliki target usia rencana sekitar 10 tahun. Karena itu, kedisiplinan pengguna menjadi bagian penting dalam menjaga agar infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan.

Dua Tahun Menanti, Kini Akses Kembali Terbuka

Bagi masyarakat Koto Rawang, hadirnya jembatan baru bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan akses yang telah dinantikan sejak kerusakan jembatan lama pada 2024.

Wali Nagari Koto Rawang, Derijol, menyampaikan apresiasi kepada BPJN Sumatera Barat dan pemerintah yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.

“Kita menanti dari tahun 2024, alhamdulillah tahun ini terealisasi dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Derijol saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Jumat (29/8/2026).

Ucapan tersebut menggambarkan besarnya arti jembatan bagi warga. Selama akses penghubung terganggu, mobilitas masyarakat ikut terdampak, terutama dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kebutuhan pelayanan dasar.

Mira, salah seorang warga yang memiliki kedai kopi di sekitar jembatan, juga mengaku merasakan langsung manfaat kehadiran infrastruktur tersebut.

“Dengan adanya jembatan ini warga sangat terbantu. Mengenai tidak semua kendaraan roda empat bisa lewat, itu kan sudah ada pemberitahuan bahwa hanya mobil ambulans yang bisa lewat,” tuturnya sembari menunjuk papan pemberitahuan di lokasi.

Bukan Sekadar Jembatan, Tetapi Jalur Kehidupan Warga

Kembalinya akses antara Nagari Salido Sari Bulan dan Nagari Koto Rawang dipandang memiliki arti strategis bagi kehidupan masyarakat.

Jembatan tersebut menjadi jalur penting untuk mobilitas warga sehari-hari, akses anak-anak menuju sekolah, distribusi hasil pertanian, hingga mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam situasi darurat, keberadaan akses yang dapat dilalui ambulans juga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Dari sisi ekonomi, terbukanya kembali jalur penghubung diharapkan dapat memangkas waktu dan biaya mobilitas masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah, sementara aktivitas perdagangan dan usaha warga di sekitar kawasan berpeluang kembali berkembang.

Pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang dengan demikian tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut dijaga, dimanfaatkan sesuai kapasitas, dan mampu memberikan manfaat maksimal selama masa layanan yang direncanakan.

Gina menegaskan, pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat, BPJN Sumatera Barat, Satker PJN Wilayah II, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat jembatan.

Kini, setelah dua tahun menanti, akses yang pernah terputus akibat bencana kembali terbuka.

Jembatan Gantung Koto Rawang menjadi simbol pemulihan konektivitas—membuka kembali jalan bagi warga untuk bersekolah, bekerja, mengangkut hasil pertanian, menjalankan aktivitas ekonomi, serta memperoleh akses layanan darurat dengan lebih mudah. (*)

Data Utama Jembatan Gantung Koto Rawang

  • Sumber anggaran: APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum
  • Nilai pembangunan: sekitar Rp7,4 miliar
  • Pelaksana teknis: BPJN Sumatera Barat
  • Kapasitas maksimal: 1,5 ton
  • Peruntukan utama: pejalan kaki dan kendaraan roda dua
  • Akses kondisi darurat: dapat mendukung kendaraan ambulans
  • Peningkatan elevasi: sekitar 1,5 meter dari jembatan lama
  • Target usia rencana: sekitar 10 tahun
  • Lokasi: Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID