Publik pun, menurut Cepi, juga bertanya-tanya kenapa Menteri Muhammad Lutfi sebulan lebih tidak menepati janji terkait nama-nama tersangka mafia akan diumumkan.
“Belakangan, malah Kejagung yang membongkar tersangka pelaku mafianya ternyata Dirjen Daglu sendiri. Apa yang dipaparkan di depan DPR beraroma kebohongan. Dia justru yang pelaku inskonstitusional bersekongkol dengan pihak produsen dan eksporter Migor, dengan mengeluarkan perizinan ekspor, diduga menerima suap,” tandas Cepi, yang curiga ada skenario besar kesengajaan menghancurkan trust Presiden Jokowi memasuki tahun politik menghadapi Pilpres 2024.
Bongkar Mafia Tanpa Pandang Bulu
DPN Kombatan, lanjut Cepi, mendorong Kejagung agar membongkar pelaku mafia tanpa pandang bulu dan tidak tebang pilih. Menurut Cepi, jika ada pejabat selevel menteri terbukti terlibat harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Tersangka Dirjen Daglu juga bisa dijerat melakukan kebohongan publik, karena di ruang resmi DPR menyebutkan ada praktik mafia di balik kelangkaan Migor, namun pelakunya justru dirinya sendiri.













