TURIN, ONTIME.ID—Juventus tampil buruk sepanjang musim ini. Damiano Tommasi, yang merupakan eks AS Roma dan kini Wali Kota Verona, menilai masalah Bianconeri—julukan Juventus, harus diselesaikan pada tingkat struktural.
Juventus sedang menanjak di Serie A Liga Italia dengan meraih tiga kemenangan beruntun. Namun, Si Nyonya Tua masih duduk di posisi ketujuh dengan 22 poin atau tertinggal 10 angka dari Napoli selaku pemuncak klasemen.
Pukulan telak Juventus terjadi di Liga Champions. Anak asuh Massimiliano Allegri itu sudah dipastikan tersingkir dan saat ini sedang berjuang mengunci tiket ke Liga Europa.
“Itu masalah yang perlu dipecahkan di tingkat struktural. Adapun sisanya, setelah bertahun-tahun sukses sulit untuk mengatakan siapa yang salah,” kata Tommasi kepada Il Messaggero, yang dikutip dari Football Italia.
“Ada rekontruksi teknis, untuk soal permasalahan ada pemain yang bertahan dan hari ini tidak dalam performa terbaik. Rekonstruksi butuh waktu. kembalinya Allegri, tidak mudah, terkadang Anda hidup dengan ketidakpastian,” ujarnya.
Juventus juga terus diterpa badai cedera. Pemain seperti Paul Pogba, Angel Di Maria, dan Federico Chiesa harus menepi hingga membuat klub asal Turin itu tak punya kekuatan terbaik dalam setiap laga.
Lini belakang Juventus juga masih sangat rapuh. Leonardo Bonucci tak sehebat dulu, terlebih setelah kehilangan Giorgio Chiellini selaku tandem terbaiknya.
Sementara itu, Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, akhirnya angkat suara terkait isu yang menyebut bahwa Antonio Conte telah diplot sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Allegri dianggap jadi sosok yang paling bertanggung jawab atas performa buruk Juventus awal musim ini. Sang pelatih terus menjadi subjek protes fans.
“Conte ke Juventus? Kami tidak mengubah sikap kami. Kami sepenuhnya percaya dengan Allegri dan juga para pemain. Wajar jika ada rumor tentang pelatih lain ketika kami sedang tidak dalam performa yang bagus,” ujarnya.
Seperti dilansir sejumlah media Italia, Conte terbuka untuk kembali ke Juventus. Klub yang bela sebagai pemain pada periode 1991–2004 dan sebagai pelatih pada rentang 2011–2014 dengan persembahkan tiga scudetto.
Kendati terbilang stabil bersama Spurs dengan mengantar klub finis di empat besar musim lalu dan papan atas di Liga Primer Inggris musim ini, Conte pernah bilang bahwa ia punya “urusan yang belum selesai” di Turin. (*/red)













